Senin, September 20, 2021
BerandaInternationalDistribusi Vaksin COVID Tertunda, Kongo Kehilangan 1,3 Juta Dosis

Distribusi Vaksin COVID Tertunda, Kongo Kehilangan 1,3 Juta Dosis

NUSADAILY.COM – DAKAR – Otoritas kesehatan merealokasi sekitar 75 persen dari 1,7 juta dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca dari Republik Demokratik Kongo ke negara-negara Afrika lain. Agar dapat digunakan sebelum kedaluwarsa, kata seorang perwakilan UNICEF, Senin (27/4).

Sebanyak 1,3 juta dosis yang tersisa akan dikirim ke sejumlah negara, termasuk Ghana, Senegal, dan Togo. Untuk memastikan vaksin COVID-19 itu dapat digunakan sebelum memasuki masa kedaluwarsa pada 24 Juni mendatang. Kata ahli kesehatan senior badan anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) di Afrika Tengah dan Barat, Susie Villeneuve.

BACA JUGA: Virus Ebola Bunuh Delapan Orang di Kongo dan Guinea

“Proses untuk melakukan realokasi terhadap dosis-dosis ini ke negara-negara lain di Afrika tengah berjalan,”. Kata Villeneuve dalam sebuah konferensi vaksin di Ghana.

Belum ada komentar langsung dari otoritas kesehatan di Kongo.

Kongo menerima vaksin dari fasilitas COVAX pada 2 Maret. Namun menunda distribusi usai sejumlah negara-negara Eropa menghentikan penggunaan suntikan AstraZeneca akibat laporan adanya pembekuan darah.

Negara tersebut memulai kampanye vaksinasi pada 19 April, namun suntikan baru diberikan terhadap 1.265 orang dari total 85 juta populasinya, pada Sabtu (24/4), menurut laporan laboratorium riset biomedis negara.  

COVAX, yang didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia, menargetkan untuk mengirim 600 juta dosis — kebanyakan dari AstraZeneca– ke 40 negara Afrika tahun ini. Jumlah dosis tersebut akan cukup untuk menginokulasi 20 persen dari populasi total.

Namun, situasi di Kongo menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh banyak negara Afrika dalam melakukan kampanye vaksinasi skala besar meski mereka memiliki pengalaman melawan penyakit-penyakit menular yang mematikan.

BACA JUGA: Kasus Ebola di Kongo Kembali Bertambah

Sejumlah otoritas kesehatan tidak memiliki personel dan pelatihan yang cukup untuk mendistribusikan vaksin dalam waktu yang pendek dan kekurangan peralatan penting akibat kurangnya pendanaan yang dapat mencapai miliaran dolar, menurut para ahli.(int2)

RELATED ARTICLES
- Advertisement -spot_img

popular minggu ini

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...