Kamis, September 29, 2022
BerandaInternationalDarurat Cacar Monyet, Warga California Antre Berjam-jam untuk Divaksin

Darurat Cacar Monyet, Warga California Antre Berjam-jam untuk Divaksin

NUSADAILY – CALIFORNIA – Setelah negara bagian New York dan Illinois di AS, California juga telah menyatakan keadaan darurat karena meningkatnya jumlah penderita cacar monyet. Akibatnya, terjadi banyak antrean panjang untuk vaksinasi.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Melansir euronews., karena keadaan darurat, vaksinasi harus diatur lebih baik. Sementara itu, lebih dari 6.300 kasus cacar monyet telah terdaftar di AS dan lebih dari 1.600 di New York.

Di San Francisco, warga rela antre berjam-jam untuk mendapatkan vaksinasi.

Baca juga: Masyarakat Multilingual: Sebuah Keprihatinan

Seorang warga mengaku telajh antre sejak pukul 07:30 dan telah menunggu selama lebih dari tiga jam.

“Ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa vaksin sangat meningkatkan perlindungan. Itu sebabnya saya divaksinasi. Dan sejujurnya, saya ingin luka di tubuh saya tidak ada. Saya pernah mendengar itu menyakitkan dan meninggalkan bekas luka. Saya pikir itu alasan lain untuk divaksinasi,” ujar Peter Tran, seorang pemuda yang tinggal di San Francisco.

Cacar Monyet di Eropa

Dilaporkan, ada sekitar 3.000 infeksi cacar monyet di Jerman, terakhir ada dua orang muda berusia 15 dan 17 tahun dari Stuttgart dan Erfurt.

Baca juga: Mantan Presiden dan Wapres RI Akan Dapat Jatah Rumah dari Negara!

Sebagian besar kasus di Eropa berada di Spanyol, diikuti oleh Jerman, Inggris, dan Prancis. Dua pria telah meninggal setelah tertular cacar monyet di Spanyol.

Di Prancis, Huffington Post telah menerbitkan surat terbuka yang mengkritik tindakan pemerintah dan otoritas kesehatan. 

Mereka percaya bahwa komunitas LGBT+ merasa didiskriminasi oleh langkah-langkah yang diambil saat ini. Selain itu, respons terhadap wabah penyakit tersebut dinilai terlambat dan belum memadai. (jrm3)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Eks Bek MU Sarankan Harry Maguire Kunjungi Psikolog

NUSADAILY.COM - LONDON - Harry Maguire disarankan mengunjungi psikolog. Bek asal Inggris itu dinilai butuh bantuan untuk bisa bermain lebih baik. Maguire baru saja dikecam...

NUSADAILY – CALIFORNIA - Setelah negara bagian New York dan Illinois di AS, California juga telah menyatakan keadaan darurat karena meningkatnya jumlah penderita cacar monyet. Akibatnya, terjadi banyak antrean panjang untuk vaksinasi.

Melansir euronews., karena keadaan darurat, vaksinasi harus diatur lebih baik. Sementara itu, lebih dari 6.300 kasus cacar monyet telah terdaftar di AS dan lebih dari 1.600 di New York.

Di San Francisco, warga rela antre berjam-jam untuk mendapatkan vaksinasi.

Baca juga: Masyarakat Multilingual: Sebuah Keprihatinan

Seorang warga mengaku telajh antre sejak pukul 07:30 dan telah menunggu selama lebih dari tiga jam.

"Ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa vaksin sangat meningkatkan perlindungan. Itu sebabnya saya divaksinasi. Dan sejujurnya, saya ingin luka di tubuh saya tidak ada. Saya pernah mendengar itu menyakitkan dan meninggalkan bekas luka. Saya pikir itu alasan lain untuk divaksinasi," ujar Peter Tran, seorang pemuda yang tinggal di San Francisco.

Cacar Monyet di Eropa

Dilaporkan, ada sekitar 3.000 infeksi cacar monyet di Jerman, terakhir ada dua orang muda berusia 15 dan 17 tahun dari Stuttgart dan Erfurt.

Baca juga: Mantan Presiden dan Wapres RI Akan Dapat Jatah Rumah dari Negara!

Sebagian besar kasus di Eropa berada di Spanyol, diikuti oleh Jerman, Inggris, dan Prancis. Dua pria telah meninggal setelah tertular cacar monyet di Spanyol.

Di Prancis, Huffington Post telah menerbitkan surat terbuka yang mengkritik tindakan pemerintah dan otoritas kesehatan. 

Mereka percaya bahwa komunitas LGBT+ merasa didiskriminasi oleh langkah-langkah yang diambil saat ini. Selain itu, respons terhadap wabah penyakit tersebut dinilai terlambat dan belum memadai. (jrm3)