Senin, Desember 6, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaInternationalCapres Utama Kubu Oposisi Sierra Leone Didakwa Lakukan Korupsi

Capres Utama Kubu Oposisi Sierra Leone Didakwa Lakukan Korupsi

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – FREETOWN – Komisi anti korupsi Sierra Leone telah mendakwa enam pejabat atas tuduhan korupsi. Tuduhan tersebut termasuk seorang calon terdepan kubu oposisi untuk pemilihan presiden 2023.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Samura Kamara adalah kandidat presiden untuk partai oposisi Kongres Semua Rakyat (APC) yang sekarang menjadi oposisi dalam pemilihan 2018. Samura merupakan kandidat yang kemungkinan diajukan APC untuk pemilihan 2023.

Baca Juga: Masyarakat Afrika Barat Semangat Ikuti Kelas Bahasa Indonesia

Yang lainnya termasuk kepala kanselir dan mantan dan atase keuangan. Di mana mereka saat ini merupakan wakil Sierra Leone untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York.

Keenamnya didakwa dengan berbagai tuduhan korupsi yang melibatkan 4,2 juta dolar AS (Rp60 miliar) yang dimaksudkan untuk renovasi gedung kanselir Sierra Leone di Manhattan.

Menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh komisi anti korupsi pada Kamis malam. Kamara didakwa dengan dua tuduhan termasuk penyalahgunaan dana publik sebesar 2.560.000 dolar AS (Rp36,5 miliar) yang dimaksudkan untuk rekonstruksi gedung kanselir.

Dia adalah menteri luar negeri pada saat melakukan kesalahan yang diduga itu.

Kamara mengatakan tim hukumnya sedang mempelajari dakwaan tersebut. Tim kampanyenya membantah melakukan kesalahan dalam sebuah pernyataan singkat, seraya mengatakan bahwa “empat puluh tahun menunaikan pelayanan publik, karakternya yang tidak bercacat tidak pernah dipertanyakan baik di tingkat nasional maupun internasional”.

Baca Juga: Tujuh Kasus Ebola Terkonfirmasi di Negara Tetangga Guinea

Ratusan pendukung Kamara menemaninya ketika dia dibawa untuk diinterogasi di markas komisi antikorupsi di Freetown awal bulan ini, dengan mengatakan tuduhan itu bermotif politik. Para pendukung bentrok dengan polisi yang menggunakan gas air mata untuk membubarkan mereka.

Keenamnya akan muncul di pengadilan pada 10 Desember, kata pernyataan komisi itu.(nd3)

Sumber: Reuters

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR