Senin, September 26, 2022
BerandaInternational'Bye-bye' Masker, Mulai Akhir Februari Prancis Tak Wajibkan Masker di Dalam Ruangan

‘Bye-bye’ Masker, Mulai Akhir Februari Prancis Tak Wajibkan Masker di Dalam Ruangan

NUSADAILY.COM – PARIS – Otoritas Prancis semakin melonggarkan pembatasan virus Corona (COVID-19) di wilayahnya dengan menyebut adanya ‘peningkatan dalam situasi kesehatan’. Mulai 28 Februari mendatang, setiap orang di Prancis tidak lagi wajib memakai masker di dalam ruangan (indoor).

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Seperti dilansir AFP, Sabtu (12/2/2022), pencabutan aturan wajib masker ini akan berlaku untuk tempat-tempat umum indoor, seperti bar dan restoran, juga untuk aktivitas olahraga dan rekreasi di dalam ruangan.

Kendati demikian, sekarang diperlukan bukti vaksinasi Corona untuk bisa masuk ke tempat-tempat umum indoor tersebut.

BACA JUGA: RI Bakal Ikut Bikin Kapal Selam Canggih dengan Prancis

“Dalam konteks di mana tekanan dari epidemi menurun tajam, izin vaksin memungkinkan kita untuk menghapus persyaratan mengenakan masker seperti yang telah kita lakukan dalam gelombang sebelum-sebelumnya,” ucap Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Veran, kepada AFP.

Pencabutan aturan wajib masker indoor ini dilakukan setelah mulai 2 Februari lalu, otoritas Prancis mencabut aturan wajib masker di luar ruangan (outdoor). Langkah tersebut dimaksudkan untuk memudahkan kehidupan sehari-hari warga Prancis di tengah pandemi Corona.

Ini berarti Prancis tidak lagi mewajibkan pemakaian masker baik di dalam maupun luar ruangan.

Namun, ada pengecualian untuk transportasi umum. Di mana masker masih diwajibkan untuk dipakai bagi orang-orang yang menaiki transportasi umum. Bahkan setelah aturan wajib masker indoor dicabut akhir bulan ini.

BACA JUGA: Prancis Resmi Larang Penggunaan Plastik untuk Buah dan Sayuran

“(Wajib masker berlanjut) untuk transportasi umum dan tempat-tempat di dalam ruangan yang tidak tunduk pada izin vaksin,” sebut Veran dalam pernyataannya seperti dilansir dari detikcom.

Pelonggaran pembatasan Corona yang diumumkan pada Jumat (11/2) waktu setempat juga mencakup pengurangan jumlah tes Corona yang harus dilakukan orang-orang yang menjadi kontak dekat pasien Corona. Yakni dari tiga tes menjadi hanya satu tes Corona saja.

Dengan pemilihan umum (pemilu) yang dijadwalkan April mendatang semakin dekat dan meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap langkah pembatasan. Pemerintahan Presiden Emmanuel Macron berjanji melonggarkan pembatasan Corona dalam hitungan minggu jika jumlah kasus terus menurun.(eky)

BERITA KHUSUS

Unipma Lakukan Pengabdian Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Digitalisasi Pasar Desa Klumutan Saradan Madiun

NUSADAILY.COM – MADIUN - Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang saat ini dihadapi oleh sebagian besar masyarakat kita, khususnya masyarakat yang tinggal di pedesaan....

BERITA TERBARU

Dezhou Braised Chicken Jadi Hidangan Terpopuler Kereta Api China

NUSADAILY.COM-JAKARTA- Setiap kali kereta melewati Stasiun Dezhou, China, truk penjual otomatis di peron terkelilingi oleh penumpang. Hanya untuk membeli Ayam Rebus Dezhou sebagai oleh-oleh...