Minggu, Juli 3, 2022
BerandaInternationalBuntut Temuan Jasad Anak Pribumi di Kanada, Muncul Desakan Maaf ke Paus

Buntut Temuan Jasad Anak Pribumi di Kanada, Muncul Desakan Maaf ke Paus

NUSADAILY.COM – OTTAWA – Justin Trudeau Perdana Menteri (PM) Kanada, sudah mendesak Vatikan agar mohon maaf atas temuan ratusan jasad di sekolah Katolik negaranya.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Trudeau juga mendesak Paus Fransiskus tak sekedar meminta maaf, tapi meminta Paus datang ke Kanada dan meminta maaf langsung ke pribumi atas peristiwa di masa lalu.

BACA JUGA : Diaspora Indonesia Promosikan Kopi Asal Tanah Air di Prancis – Nusadaily.com

Sebagaimana diketahui, Kanada ada di Benua Amerika, benua yang menjadi bancakan pendatang Eropa pada abad-abad lalu.

Padahal, benua itu sudah ada penghuninya yaitu pribumi termasuk Suku Inuit dan Metis di Kanada, belakangan mereka diakui sebagai pribumi ‘First Nations’.

BACA JUGA : Afrika Selatan Restui Vaksin COVID-19 Buatan Sinovac – Noktahmerah,com

Soal Kanada, negara ini punya sejarah kolonialisme serupa, saat pribumi dipaksa belajar untuk berasimilasi dengan pendatang. Pribumi di Kanada yang biasa disebut orang awam sebagai ‘Indian’ dan ‘Eskimo’ itu juga masuk sekolah.

Komisi penyelidikan yang dikutip AFP bilang, Kanada telah melakukan genosida budaya terhadap masyarakat pribumi. 150 ribu anak-anak pribumi dipaksa menghadiri sekolah-sekolah Kristen (sebagian besar Katolik Roma) yang didanai negara. Pribumi harus kehilangan lahan dan nyawa di masa lalu.

BACA JUGA : Jepang Lanjutkan Pencarian 20 Orang Hilang Usai Tanah Longsor Melanda – Beritaloka.com

215 jasad di Kamloops

Satu sekolah terkemuka bernama Kamloops Indian Residential School menyimpan sejarah memilukan. Dilansir Associated Press, Sabtu (5/6) lalu, Kanada menemukan 215 jasad di halaman bekas sekolah asrama sekolah yang dibangun seabad lalu itu. Jasad anak-anak itu adalah jasad anak-anak pribumi, bukan anak-anak pendatang dari Eropa.

Ratusan anak-anak itu tewas gara-gara dianiaya secara fisik dan seksual oleh kepala sekolah dan para guru. Pemerintah Kanada mengakui itu.

Kamloops Indian Residential School di British Columbia ini dioperasikan Gereja Katolik atas nama pemerintah Kanada antara 1890-1969 silam. Vatikan adalah otoritas Katolik Roma yang menurut Trudeau harus meminta maaf atas sejarah yang memilukan itu.

Aksi simpatik. (Chris Young/The Canadian Press via AP)

751 kuburan tanpa nama di Sasketchewan

Ada lagi penemuan 751 kuburan tak bertanda di lokasi bekas sekolah tempat tinggal anak-anak pribumi di Sasketchewan, tepatnya di Sekolah Marieval Indian Residential. Sekolah itu beroperasi dari 1899 sampai 1997 silam.

Kepala Cadmusn Delmore dari Cowessess mengatakan bahwa kuburan-kuburan telah diberi tanda. Akan tetapi Gereja Katolik Roma yang mengoperasikan sekolah tersebut telah menghapus penanda tersebut.

Bekas gedung Kamloops Indian Residential School (Andrew Snucins/The Canadian Press via AP)

Perdana Menteri Trudeau

Tahun 2018, Konferensi Uskup Katolik Kanada mengumumkan bahwa Paus tidak bisa meminta maaf secara pribadi, meskipun dia tidak menghindar untuk mengakui adanya ketidakadilan yang dihadapi warga pribumi di seluruh dunia.

Dilansir Asssociated Press, Sabtu (5/6) lalu, Trudeau kecewa dengan sikap Gereja Katolik terhadap penemuan ratusan jasad anak-anak pribumi dari masa lalu itu. Terbaru, dilansir Reuters dan Channel News Asia, Sabtu (26/6), Trudeau meminta Paus datang ke Kanada dan meminta maaf atas peristiwa di masa lalu itu.

“Saya telah berbicara secara pribadi secara langsung dengan Yang Mulia Paus Fransiskus untuk mendesaknya betapa pentingnya bukan hanya dia membuat permintaan maaf, tetapi dia meminta maaf kepada penduduk asli Kanada di tanah Kanada,” kata Trudeau kepada wartawan di Ottawa.

Paus Fransiskus (AP Photo/Domenico Stinellis)

“Saya tahu bahwa kepemimpinan gereja Katolik sedang mengupayakan dan sangat aktif terlibat dalam langkah-langkah selanjutnya yang dapat diambil,” imbuh Trudeau seperti diberitakan kantor berita Reuters dan Channel News Asia, Sabtu (26/6/2021).

Awal bulan ini, Paus Fransiskus mengatakan dia sedih dengan temuan 215 jenazah anak-anak di Kamloops dan menyerukan penghormatan terhadap hak-hak dan budaya masyarakat asli. Namun, Paus Fransiskus tidak menyampaikan permintaan maaf apapun seperti yang diminta PM Trudeau.(han)

BERITA KHUSUS

Berkunjung ke Kota Batu, Sandiaga Uno Buka Workshop Minuman Kekinian Pelaku UMKM

NUSADAILY.COM-KOTA BATU – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno berkunjung ke Balai Kota Among Tani, Kota Batu (Rabu, 29/6). Sandiaga membuka acara...

BERITA TERBARU

Ketika Gibran Kritisi Pemimpin Sebelumnya soal Solo Gagal Jadi UNESCO CCN

NUSADAILY.COM – SOLO - Kota Solo, Jawa Tengah, dua kali gagal menjadi bagian dari jaringan kota kreatif dunia (Creative Cities Network/CCN) di bawah asuhan...

NUSADAILY.COM – OTTAWA – Justin Trudeau Perdana Menteri (PM) Kanada, sudah mendesak Vatikan agar mohon maaf atas temuan ratusan jasad di sekolah Katolik negaranya.

Trudeau juga mendesak Paus Fransiskus tak sekedar meminta maaf, tapi meminta Paus datang ke Kanada dan meminta maaf langsung ke pribumi atas peristiwa di masa lalu.

BACA JUGA : Diaspora Indonesia Promosikan Kopi Asal Tanah Air di Prancis - Nusadaily.com

Sebagaimana diketahui, Kanada ada di Benua Amerika, benua yang menjadi bancakan pendatang Eropa pada abad-abad lalu.

Padahal, benua itu sudah ada penghuninya yaitu pribumi termasuk Suku Inuit dan Metis di Kanada, belakangan mereka diakui sebagai pribumi 'First Nations'.

BACA JUGA : Afrika Selatan Restui Vaksin COVID-19 Buatan Sinovac - Noktahmerah,com

Soal Kanada, negara ini punya sejarah kolonialisme serupa, saat pribumi dipaksa belajar untuk berasimilasi dengan pendatang. Pribumi di Kanada yang biasa disebut orang awam sebagai 'Indian' dan 'Eskimo' itu juga masuk sekolah.

Komisi penyelidikan yang dikutip AFP bilang, Kanada telah melakukan genosida budaya terhadap masyarakat pribumi. 150 ribu anak-anak pribumi dipaksa menghadiri sekolah-sekolah Kristen (sebagian besar Katolik Roma) yang didanai negara. Pribumi harus kehilangan lahan dan nyawa di masa lalu.

BACA JUGA : Jepang Lanjutkan Pencarian 20 Orang Hilang Usai Tanah Longsor Melanda - Beritaloka.com

215 jasad di Kamloops

Satu sekolah terkemuka bernama Kamloops Indian Residential School menyimpan sejarah memilukan. Dilansir Associated Press, Sabtu (5/6) lalu, Kanada menemukan 215 jasad di halaman bekas sekolah asrama sekolah yang dibangun seabad lalu itu. Jasad anak-anak itu adalah jasad anak-anak pribumi, bukan anak-anak pendatang dari Eropa.

Ratusan anak-anak itu tewas gara-gara dianiaya secara fisik dan seksual oleh kepala sekolah dan para guru. Pemerintah Kanada mengakui itu.

Kamloops Indian Residential School di British Columbia ini dioperasikan Gereja Katolik atas nama pemerintah Kanada antara 1890-1969 silam. Vatikan adalah otoritas Katolik Roma yang menurut Trudeau harus meminta maaf atas sejarah yang memilukan itu.

Aksi simpatik. (Chris Young/The Canadian Press via AP)

751 kuburan tanpa nama di Sasketchewan

Ada lagi penemuan 751 kuburan tak bertanda di lokasi bekas sekolah tempat tinggal anak-anak pribumi di Sasketchewan, tepatnya di Sekolah Marieval Indian Residential. Sekolah itu beroperasi dari 1899 sampai 1997 silam.

Kepala Cadmusn Delmore dari Cowessess mengatakan bahwa kuburan-kuburan telah diberi tanda. Akan tetapi Gereja Katolik Roma yang mengoperasikan sekolah tersebut telah menghapus penanda tersebut.

Bekas gedung Kamloops Indian Residential School (Andrew Snucins/The Canadian Press via AP)

Perdana Menteri Trudeau

Tahun 2018, Konferensi Uskup Katolik Kanada mengumumkan bahwa Paus tidak bisa meminta maaf secara pribadi, meskipun dia tidak menghindar untuk mengakui adanya ketidakadilan yang dihadapi warga pribumi di seluruh dunia.

Dilansir Asssociated Press, Sabtu (5/6) lalu, Trudeau kecewa dengan sikap Gereja Katolik terhadap penemuan ratusan jasad anak-anak pribumi dari masa lalu itu. Terbaru, dilansir Reuters dan Channel News Asia, Sabtu (26/6), Trudeau meminta Paus datang ke Kanada dan meminta maaf atas peristiwa di masa lalu itu.

"Saya telah berbicara secara pribadi secara langsung dengan Yang Mulia Paus Fransiskus untuk mendesaknya betapa pentingnya bukan hanya dia membuat permintaan maaf, tetapi dia meminta maaf kepada penduduk asli Kanada di tanah Kanada," kata Trudeau kepada wartawan di Ottawa.

Paus Fransiskus (AP Photo/Domenico Stinellis)

"Saya tahu bahwa kepemimpinan gereja Katolik sedang mengupayakan dan sangat aktif terlibat dalam langkah-langkah selanjutnya yang dapat diambil," imbuh Trudeau seperti diberitakan kantor berita Reuters dan Channel News Asia, Sabtu (26/6/2021).

Awal bulan ini, Paus Fransiskus mengatakan dia sedih dengan temuan 215 jenazah anak-anak di Kamloops dan menyerukan penghormatan terhadap hak-hak dan budaya masyarakat asli. Namun, Paus Fransiskus tidak menyampaikan permintaan maaf apapun seperti yang diminta PM Trudeau.(han)