Minggu, Juli 3, 2022
BerandaInternationalBukti Peduli Lingkungan, Thailand Investasi Besar-besaran Pada Kendaraan Listrik

Bukti Peduli Lingkungan, Thailand Investasi Besar-besaran Pada Kendaraan Listrik

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Thailand telah memperkenalkan rencana insentif yang bertujuan untuk mempromosikan pengembangan industri kendaraan listrik lokal. Langkah tersebut merupakan awal dari rencana ambisius Thailand soal perlindungan lingkungan lewat kendaraan energi terbarukan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

BACA JUGA: Tawarkan Layanan Sewa Armada, Startup Jepang Gunakan Mobil Listrik Geely

Rencana insentif baru ini akan mengurangi tarif impor dan pajak kendaraan listrik berdasarkan subsidi asli. Rencana tersebut mencerminkan peningkatan investasi ASEAN dalam perlindungan lingkungan dan adaptasi transportasi dengan elektrifikasi.

BACA JUGA: Australia Kembangkan Kereta Listrik yang Terinspirasi dari F1

Tarif impor kendaraan listrik murni dengan harga tidak lebih dari 2 juta baht (sekitar Rp.850 juta) berkurang 40%, sedangkan harga kendaraan listrik yang melebihi 2 juta baht akan dikurangi 40% juga. Tarif impor mobil akan dikurangi 20% mulai tahun ini.

BACA JUGA: Harga Bensin Makin Mahal, Sudah Saatnya ‘Hijrah’ ke Motor Listrik?

Dari sisi pajak, impor kendaraan listrik juga akan diturunkan dari 8% menjadi 2%. Thailand berharap setelah penerapan pemotongan pajak tersebut di atas, negara tersebut dapat menambah 7.000 kendaraan listrik dalam setahun.

BACA JUGA: Teknologi Ini Akan Bantu Pengendara Mobil Listrik

Dilansir dari cankaoxiaoxi, rencana yang dirilis pada Februari 2022 itu berlaku untuk kendaraan hybrid dengan maksimal 10 kursi, pickup kargo listrik, truk bertenaga hidrogen, kendaraan listrik dengan maksimal 10 kursi, pickup penumpang plug-in.

BACA JUGA: Indah Sari Pamer Mobil Mewah, Jadi lah Hidup Apa Adanya

Selain itu, Thailand juga telah memutuskan untuk membebaskan komponen penting kendaraan listrik dari bea masuk mulai tahun 2022 hingga 2025, termasuk baterai, motor traksi, kompresor, sistem manajemen baterai, unit kontrol penggerak, dan pengurang kecepatan.

Untuk tujuan ini, Thailand telah mengalokasikan 3 miliar baht (sekitar Rp.1 triliun) dalam anggaran pusat untuk tahun 2022, dan berencana untuk menginvestasikan 40 miliar baht (sekitar Rp.17 triliun) dalam industri kendaraan listrik antara tahun 2023 dan 2025.(nd3/lna)

BERITA KHUSUS

Berkunjung ke Kota Batu, Sandiaga Uno Buka Workshop Minuman Kekinian Pelaku UMKM

NUSADAILY.COM-KOTA BATU – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno berkunjung ke Balai Kota Among Tani, Kota Batu (Rabu, 29/6). Sandiaga membuka acara...

BERITA TERBARU

Polisi Imbau Pemotor Tak Pakai Sandal Jepit Saat Berkendara, Kalau Pengemudi Mobil Gimana?

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Beberapa waktu lalu muncul imbauan dari polisi kepada pengendara sepeda motor agar tidak menggunakan sandal jepit saat berkendara. Alasan dilarang...

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Thailand telah memperkenalkan rencana insentif yang bertujuan untuk mempromosikan pengembangan industri kendaraan listrik lokal. Langkah tersebut merupakan awal dari rencana ambisius Thailand soal perlindungan lingkungan lewat kendaraan energi terbarukan.

BACA JUGA: Tawarkan Layanan Sewa Armada, Startup Jepang Gunakan Mobil Listrik Geely

Rencana insentif baru ini akan mengurangi tarif impor dan pajak kendaraan listrik berdasarkan subsidi asli. Rencana tersebut mencerminkan peningkatan investasi ASEAN dalam perlindungan lingkungan dan adaptasi transportasi dengan elektrifikasi.

BACA JUGA: Australia Kembangkan Kereta Listrik yang Terinspirasi dari F1

Tarif impor kendaraan listrik murni dengan harga tidak lebih dari 2 juta baht (sekitar Rp.850 juta) berkurang 40%, sedangkan harga kendaraan listrik yang melebihi 2 juta baht akan dikurangi 40% juga. Tarif impor mobil akan dikurangi 20% mulai tahun ini.

BACA JUGA: Harga Bensin Makin Mahal, Sudah Saatnya ‘Hijrah’ ke Motor Listrik?

Dari sisi pajak, impor kendaraan listrik juga akan diturunkan dari 8% menjadi 2%. Thailand berharap setelah penerapan pemotongan pajak tersebut di atas, negara tersebut dapat menambah 7.000 kendaraan listrik dalam setahun.

BACA JUGA: Teknologi Ini Akan Bantu Pengendara Mobil Listrik

Dilansir dari cankaoxiaoxi, rencana yang dirilis pada Februari 2022 itu berlaku untuk kendaraan hybrid dengan maksimal 10 kursi, pickup kargo listrik, truk bertenaga hidrogen, kendaraan listrik dengan maksimal 10 kursi, pickup penumpang plug-in.

BACA JUGA: Indah Sari Pamer Mobil Mewah, Jadi lah Hidup Apa Adanya

Selain itu, Thailand juga telah memutuskan untuk membebaskan komponen penting kendaraan listrik dari bea masuk mulai tahun 2022 hingga 2025, termasuk baterai, motor traksi, kompresor, sistem manajemen baterai, unit kontrol penggerak, dan pengurang kecepatan.

Untuk tujuan ini, Thailand telah mengalokasikan 3 miliar baht (sekitar Rp.1 triliun) dalam anggaran pusat untuk tahun 2022, dan berencana untuk menginvestasikan 40 miliar baht (sekitar Rp.17 triliun) dalam industri kendaraan listrik antara tahun 2023 dan 2025.(nd3/lna)