Kamis, Agustus 18, 2022
BerandaCultureBukan Cuma di Negaranya, Bahasa Jerman Dipakai di 42 Negara Dunia Lho!

Bukan Cuma di Negaranya, Bahasa Jerman Dipakai di 42 Negara Dunia Lho!

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Bahasa Jerman tak hanya digunakan di negaranya sendiri. Penduduk di 42 negara di dunia turut menggunakan Bahasa Jerman sebagai Bahasa Ibu mereka. Mengapa demikian?

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Melansir dari deutschland.de, sekitar 130 juta orang di seluruh dunia berbicara menggunakan bahasa Jerman sebagai bahasa ibu.

Bahasa Jerman adalah bahasa ibu yang paling banyak digunakan dan sebagai bahasa resmi di empat negara di Uni Eropa: Jerman, Austria, Belgia, dan Luksemburg. Bahasa Jerman juga merupakan bahasa resmi di Swiss dan Leichtenstein.

Selain itu, sekitar 7,5 juta orang di 42 negara di seluruh dunia termasuk minoritas menggunakan bahasa Jerman.

BACA JUGA: Warga Sri Lanka Tolak Wickremesinghe Jadi Presiden Baru

Berikut adalah beberapa contoh penggunaan bahasa Jerman di beberapa negara di Uni Eropa:

Di negara imigran AS, lebih dari 45 juta orang mengakui Jerman sebagai warisan asal mereka. Bahasa Jerman adalah bahasa ibu dari sekitar 1,4 juta di antaranya.

800.000 orang dengan latar belakang bahasa Jerman tinggal di Rusia. Beberapa diantaranya masih berbicara menggunakan bahasa Jerman.

Pada abad ke-delapan belas, nenek moyang mereka menerima undangan dari Rusia Tsarina Catherine the Great, yang datang dari Jerman.

20.000 orang Namibia Jerman, yang berbicara menggunakan bahasa Jerman sebagai bahasa ibu mereka, tinggal di Namibia di barat daya Afrika. Mereka adalah keturunan penjajah Jerman (koloni Afrika Barat Daya Jerman sudah ada dari tahun 1884 huingga 1915)

BACA JUGA: 10 Orang Tewas Akibat Kebakaran Rumah di AS, Termasuk Anak 5 Tahun

Saxon Transylvania menetap di Romania pada abad ke-dua belas dan banat Swabia pada abad ke-tujuh belas hingga ke-sembilan belas. Pada tahun 2011, 36.000 orang Jerman Romania tinggal di negara itu.

Salah satunya adalah jurnalis Raluca Nelepcu yang berusia tiga puluh lima tahun.

“Saya lahir di Banat, wilayah miltikultural di Romania barat dimana orang Jerman, Hongaria, Serbia, Kroasia, Bulgaria, Romania, dan banyak kelompok etnis lainnya hidup bersama dengan damai,” katanya.

“Nenek dari pihak ayah saya adalah seoraang Banat Swabia. Dia membesarkan saya dan mengajari saya bahasa Jerman sejak usia dini. Itu akan berdampak pada karir profesional saya. Hari ini saya menulis artikel dalam bahasa Jerman untuk Allgemeinen Deutschen Zeitung für Rumänien dan membuat fitur radio untuk program Jerman di Radio Temeswar,” ceritanya.

“Keluarga dan teman-teman saya juga sering berbicara menggunakan bahasa Jerman. Saya ingin mewariskan bahasa Jerman kepada putra saya sehingga dia juga dapat memperoleh manfaat sepanjang hidupnya dengan berbicara dalam dua Bahasa,” ujar Raluca Nelepcu.(jrm1/lna)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Melihat Ancaman ‘Kiamat’ Baru di China

NUSADAILY.COM – BEIJING - Bukan hanya menghadapi masalah tingkat kelahiran yang rendah, China kembali menghadapi masalah baru. Negara itu menghadapi kekeringan dan gelombang panas,...