Brunei Darussalam Longgarkan Social Distancing dan New Normal

  • Whatsapp
Brunei Darussalam
Menteri Kesehatan Brunei Darussalam YB Dato Hj Md Isham.Foto: The Scoop/Faiq Amiruddin
banner 468x60

NUSADAILY.COM-JAKARTA- Brunei Darussalam longgarkan social distancing pada Sabtu (6/3/2021). Brunei mengumumkan pelonggaran lebih lanjut terkait langkah jaga jarak sosial (social distancing) dan penerapan tatanan normal baru (new normal). Ini untuk sejumlah aktivitas berskala besar termasuk perkumpulan massal mulai 8 Maret.

BACA JUGA: Utusan Khusus PBB Serukan Dewan Keamanan Ambil Tindakan Soal Junta Myanmar – Imperiumdaily.com

Baca Juga

BACA JUGA: China Kembangkan Robot Lunak Bionik untuk Eksplorasi Laut Dalam – Nusadaily.com

Kementerian Kesehatan Brunei menyatakan bahwa saat ini pandemi COVID-19 di negara itu terkendali. Karena kasus penularan lokal terakhir dilaporkan pada lebih dari 300 hari yang lalu. Mempertimbangkan situasi saat ini, kementerian tersebut mengumumkan lebih banyak perubahan. Terutama dalam pelonggaran langkah jaga jarak sosial, yang mulai berlaku pada 8 Maret.

Perubahan di Brunei Darussalam itu meliputi penerapan tatanan normal baru. Yakni terhadap aktivitas di tempat-tempat seperti masjid, sekolah, museum, fasilitas olahraga, restoran, bioskop, toko, dan pasar. Pembatasan jumlah perkumpulan massa juga akan ditambah dari 350 orang menjadi 1.000 orang.

Kementerian Kesehatan Brunei mengingatkan kepada masyarakat agar memindai kode QR kesehatan di semua tempat. Dan selalu mempraktikkan langkah kebersihan diri. Seperti mencuci tangan secara teratur atau menggunakan cairan pembersih tangan. Serta mengenakan masker saat berada di kawasan ramai.

Brunei Pantai Situasi Penyebaran Tingkat Nasional

Menurut kementerian kesehatan Brunei tersebut, perubahan itu ditujukan untuk aktivitas-aktivitas. Yakni yang hanya dilakukan di dalam negeri dengan tetap menerapkan aturan pembatasan perjalanan lintas batas. Saat ini demi mengendalikan secara ketat potensi terulangnya penularan COVID-19 di negara Asia Tenggara itu.

Kementerian Brunei itu juga menyebutkan bahwa pihaknya akan tetap memantau situasi penyebaran wabah COVID-19 di tingkat nasional, regional, dan global. Serta melakukan penilaian risiko-risiko yang masih berjalan untuk mempertimbangkan langkah pelonggaran lanjutan.

“Jika situasi epidemi mengkhawatirkan, Kementerian Kesehatan Brunei tidak akan segan untuk menegakkan aturan. Untuk jaga jarak sosial yang wajib diterapkan demi mengendalikan epidemi.”

Brunei pada Sabtu melaporkan satu kasus impor COVID-19 yang berasal dari Jakarta, menambah jumlah kasus terkonfirmasi nasional menjadi 189.

Sejauh ini, sebanyak tiga kematian akibat COVID-19 dilaporkan di negara Brunei dan 182 pasien telah pulih dari penyakit itu.(cak)