Jumat, Mei 27, 2022
BerandaInternationalBiden Sebut Medsos "Membunuh" Orang dengan Hoaks COVID-19

Biden Sebut Medsos “Membunuh” Orang dengan Hoaks COVID-19

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyatakan media sosial seperti Facebook “membunuh orang-orang” karena mengizinkan misinformasi soal virus corona beredar.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Mereka membunuh orang-orang… Lihat lah, satu-satunya pandemi yang kita alami berada di orang-orang yang tidak divaksin. Mereka membunuh orang-orang,” kata Biden di Gedung Putih, menjawab pertanyaan tentang misinformasi, dikutip dari Reuters, Sabtu.

BACA JUGA: Biden: AS Tak Berencana Kirim Pasukan ke Haiti

Hoaks tentang COVID-19 sering ditemukan di media sosial antara lain Facebook, Twitter dan YouTube. Peneliti dan pengambil kebijakan berulang kali menuduh Facebook gagal mengatut konten berbahaya yang beredar.

Facebook menyatakan mereka sudah memiliki aturan soal klaim yang salah tentang vaksin dan COVID-19 dan sudah memberikan informasi yang terpercaya untuk topik tersebut.

“Kami tidak akan terdistraksi oleh tuduhan yang tidak didukung fakta,” kata juru bicara Facebook Kevin McAlister.

“Faktanya, lebih dari 2 miliar orang menonton informasi resmi tentang COVID-19 dan vaksin di Facebook, lebih banyak dibandingkan tempat lainnya di internet,” kata McAlister.

BACA JUGA: Biden: AS Tinjau Pencabutan Larangan Perjalanan untuk Eropa

“Lebih dari 3,3 juta orang Amerika juka menggunakan perangkat untuk menemukan di mana dan bagaimana cara mendapatkan vaksin. Faktanya menunjukkan Facebook membantu menyelamatkan nyawa. Titik,” kata dia.

Twitter dan YouTube tidak memberikan komentar atas isu ini.

Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki juga mengkritik Facebook.

BACA JUGA: Biden: Pemerintah Federal, Lokal Harus Kerja Sama Perangi Kejahatan AS

“Tentu, ada langkah yang sudah mereka ambil. Mereka perusahaan swasta. Ada langkah-langkah tambahan yang bisa mereka ambil. Jelas bahwa ada lebih banyak yang bisa diambil,” kata Psaki.

Psaki menyatakan ada 12 orang yang bertanggung jawab terhadap lebih dari 65 hoaks tentang vaksin yang beredar di media sosial, mengutip data dari Center for Countering Digital Hate pada Mei lalu. Facebook meragukan metode penelitian tersebut.(lna)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Cacar Monyet Mewabah, ECDC: Lebih dari 200 Ribu Kasus Terdeteksi

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Lebih dari belasan negara di mana cacar monyet mewabah, yang sebagian besar terjadi di Eropa, telah melaporkan setidaknya satu kasus...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily