Biden Batalkan Beberapa Kebijakan Trump dan Tanda Tangani 15 Tindakan Terkait Pandemi dan Iklim

  • Whatsapp
capitol pelantikan
Joe Biden (kiri) saat dilantik sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat di Front Barat Capitol AS di Washington, Amerika Serikat, Rabu (20/1/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Kevin Lamarque/rwa.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada hari Rabu segera menandatangani 15 tindakan eksekutif yang menangani pandemi Virus Corona, perubahan iklim dan ketidaksetaraan rasial.

Joe Biden juga membatalkan beberapa kebijakan yang diberlakukan oleh pendahulunya Donald Trump.

Baca Juga

BACA JUGA: Setelah Dilantik, Joe Biden Segera Atur Ulang Tanggapan AS terhadap Krisis COVID-19 – Nusadaily.com

Tindakan tersebut, memenuhi janji Joe Biden untuk bergerak cepat pada hari pertama masa kepresidenannya, memulai proses Amerika Serikat bergabung kembali dengan perjanjian iklim Paris dan termasuk pencabutan izin presiden yang diberikan untuk pipa minyak Keystone XL yang kontroversial.

BACA JUGA: Badan Penerbangan Federal Amerika Larang Pesawat Lintasi Wilayah Udara Iran dan Sekitarnya – Noktahmerah.com

Langkah-langkah yang diambil Biden akan mengakhiri larangan perjalanan yang diberlakukan Trump di beberapa negara mayoritas muslim.

Biden juga menyerukan kepada pemerintahannya untuk memperkuat program DACA bagi para imigran yang dibawa ke Amerika Serikat sebagai anak-anak.

BACA JUGA: Otoritas AS Tangkap Pejabat yang Hendak Protes Pelantikan Presiden Biden – Imperiumdaily.com

Deferred Action for Childhood Arrivals (DACA) adalah kebijakan imigrasi Amerika Serikat yang mengizinkan imigran gelap yang dibawa ke negara tersebut saat masih anak-anak untuk mendapatkan periode penundaan deportasi selama dua tahun serta bisa memperoleh izin kerja di AS.

Presiden baru juga memerintahkan penggunaan masker dan penerapan jarak sosial di semua gedung federal dan di semua area federal.

Biden mengakhiri deklarasi darurat nasional yang menjadi dasar untuk mengalihkan sejumlah dana federal untuk membangun tembok di sepanjang perbatasan AS-Meksiko.(mic)