Minggu, Desember 5, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaInternationalBegini Kata Profesor Psikologi soal Pemerkosaan di Kereta AS yang Ditonton Penumpang

Begini Kata Profesor Psikologi soal Pemerkosaan di Kereta AS yang Ditonton Penumpang

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Peristiwa mengerikan terjadi di Amerika Serikat, seorang wanita tengah diperkosa di kereta komuter Philadelphia. Yang mengejutkan, para penumpang lain hanya terdiam melihat kejadian tersebut.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Berdasarkan keterangan polisi, tidak ada satupun dari mereka yang melakukan tindakan untuk menolong korban.

BACA JUGA: City Skorsing Benjamin Mendy Jadi Tersangka Kasus Pemerkosaan

Apa kata pakar?

Elizabeth Jeglic, seorang profesor psikologi di John Jay College of Criminal Justice yang biasa meneliti pencegahan kekerasan seksual ikut menanggapi kasus tersebut.

Menurutnya, orang yang merasa tidak nyaman menolong secara langsung, sebenarnya memiliki pilihan lain seperti menelepon polisi dari ponsel mereka.

“Penelitian terbaru bahkan di keadaan yang lebih ekstrem, sekitar 90 persen kasus yang dianalisis, kami melihat orang-orang biasanya melakukan intervensi.”

BACA JUGA: Waduh! Rusia Geger, Pemerkosaan di Penjara dan Ribuan Video Penyiksaan Bocor

“Jadi sebenarnya, agak menyimpang dalam kasus ini bahwa seseorang sama sekali tidak membantu,” sambung dia.

Kejadian ini sontak disorot banyak publik karena kepolisian menyebut beberapa penumpang malah merekam adegan tersebut, tanpa ada pertolongan apapun. Tidak juga ada panggilan darurat 911 yang masuk di Philadelphia.

BACA JUGA: Pelaku Pemerkosaan Masuk Sel, Langsung Disambut Napi Lama, Menegangkan!

Otoritas Transportasi Pennsylvania Tenggara (SEPTA) yang mengelola jalur komuter kereta tersebut, menjelaskan kejadian ini adalah tindakan kriminal mengerikan.

Terdakwa, Fiston Ngoy (35 tahun) diberikan surat pernyataan penangkapan untuk merinci waktu penyerangan, yang disebut berlangsung selama 40 menit.

BACA JUGA: Staf Olimpiade Ditangkap Karena Dugaan Pemerkosaan

Kepala kepolisian SEPTA, Thomas J Nestel III mengutuk keras pelaku, dan sangat menyayangkan tak ada penumpang yang menolong korban.

“Yang kami inginkan adalah semua orang marah dan jijik, sehingga bisa dengan tegas membuat sistem di lingkungan ini lebih aman,” jelas dia, dilansir dari Detikcom.

BACA JUGA: Dikira Lalisa Eh Ternyata Cita Citata

Para penumpang yang tidak menolong bisa ikut didakwa?

Berdasarkan laporan New York Times, Inspektur Timothy Bernhardt dari Departemen Kepolisian Upper Darby menyebut ada kemungkinan dakwaan. Namun, hal tersebut kembali pada keputusan Kejaksaan Distrik Dalware.(eky)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR