Sabtu, Agustus 13, 2022
BerandaInternationalBanjir Besar di Kanada Sebabkan 18 Ribu Orang Terlantar

Banjir Besar di Kanada Sebabkan 18 Ribu Orang Terlantar

NUSADAILY.COM – ABBOTSFORD – Pemerintah Kanada masih berusaha menjangkau sekitar 18 ribu penduduk yang terlantar pada Kamis setelah banjir dan longsor menghancurkan jalan, rumah, dan jembatan sejak awal pekan.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Banjir yang mulai surut membantu upaya penyelamatan, namun hujan deras menutup kota-kota di provinsi British Columbia dan menghalangi akses ke pelabuhan terbesar di Vancouver.

Baca Juga: COVID-19 Melonjak di BC Kanada, Masker Diwajibkan Lagi

Pemimpin British Columbia John Horgan menetapkan status darurat. Ia mengatakan korban jiwa kemungkinan akan bertambah dari satu kematian yang sudah pasti.

Banyak kota berada di daerah pegunungan ke arah timur dan timur laut dari Vancouver dengan akses terbatas.

Toko-toko bahan pangan kehabisan stok akibat aksi borong oleh warga dan gangguan pada rantai pasokan.

Menteri Kesiapsiagaan Darurat Bill Blair mengatakan air sungai-sungai di provinsi itu berangsur surut ketika hujan mereda.

“Situasinya masih genting, namun sebetulnya ada peningkatan,” kata dia di Ottawa.

Pemerintah pusat berjanji mengirimkan ratusan personel angkatan udara ke British Columbia, sebagian di antaranya sudah tiba. Ribuan personel lainnya disiagakan.

Menteri Pertahanan Anita Anand mengatakan militer akan berada di sana minimal selama 30 hari.

Baca Juga: AS Longgarkan Imbauan Perjalanan COVID-19 Untuk Kanada

Penduduk Merritt yang sudah empat hari terisolasi mengatakan lewat televisi pada Kamis bahwa banjir sudah mulai surut.

Petugas darurat pada Rabu malam menerapkan buka-tutup jalan sempit menuju Hope yang tertutup aksesnya sejak Minggu.

Otoritas Abbotsford, Vancouver timur, sempat khawatir banjir akan merendam pom-pom bensin dan memaksa 160.000 penduduk kota itu mengungsi.

Wali Kota Henry Braun mengatakan pada Kamis pom-pom bensin masih beroperasi dan banjir berangsur surut “dengan laju yang baik” di beberapa tempat.

“Kami terus bergerak menuju fase pemulihan dari situasi darurat ini,” kata dia.

Dia menambahkan hujan deras perkiraanya akan turun dalam beberapa pekan ke depan.

“Krisis ini belum akan selesai dalam waktu dekat,” katanya.

Baca Juga: Kanada Membara, Ribuan Orang Dievakuasi

Dia menambahkan pemulihan kota dari bencana ini akan menghabiskan biaya sekitar 792 juta dolar AS (Rp11,3 triliun).

Banjir juga melanda negara bagian Washington, Amerika Serikat, seperti disampaikan Presiden Joe Biden sebelum bertemu Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

“Kami telah berteman baik selama ini. Pikiran kami berdua tertuju pada keluarga-keluarga terdampak badai, banjir di British Columbia dan Pacific Northwest,” kata Biden di Gedung Putih.(nd3)

Sumber: Reuters

BERITA KHUSUS

Dok! Seluruh Fraksi di DPRD Ponorogo Setujui Perubahan SOTK Satpol PP dan RSUD

NUSADAILY.COM - PONOROGO - Usulan Raperda Perubahan kedua atas Perda No.6 Tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah untuk OPD Satpol PP yang...

BERITA TERBARU

Debit Air di Sungai se-Eropa Menurun Drastis

NUSADAIL.COM – JAKARTA – Situasi campuran dengan musim dingin yang baru-baru ini kering dan musim panas yang ditandai dengan gelombang panas dan kekeringan telah...