Rabu, September 28, 2022
BerandaInternationalBaby Boomer Dominasi Populasi Penduduk Jerman, Pensiunan Terus Bertambah

Baby Boomer Dominasi Populasi Penduduk Jerman, Pensiunan Terus Bertambah

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Di Jerman pada tahun 2021, bayi perempuan yang baru lahir memiliki harapan hidup 83,4 tahun, sedangkan bayi laki-laki rata-rata 78,6 tahun. Usia tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Tetapi seberapa besar perbedaan antar generasi di Jerman?

Jumlah Pemuda yang Rendah

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Melansir dari deutschland.de, menurut Kantor Stasitik Federal, pada akhir tahun 2020 populasi di Jerman berjumlah 83,2 juta orang. Dari jumlah tersebut, 8,4 juta orang berusia antara 15 hingga 24 tahun.

Artinya, Generasi Z, dengan kata lain, mereka adalah yang lahir pada pertengahan 1990-an dan seterusnya, hanya mewakili 10,1 persen populasi.

Jumlah orang dalam kelompok usia ini tidak pernah serendah ini sejak awal percatatan statistik pada tahun 1950.

Gambarannya terlihat sangat berbeda dengan generasi Baby Boomer yang lahir antara pertengahan 1950-an dan pertengahan 1960-an. Pada tahun 1982, 1983 dan 1984, kaum muda mewakili 16,7 persen dari populasi.

Pada tahun 2020, di Jerman terdapat 20.465 orang berusia 100 tahun atau lebih, jumlah tersebut meningkat sejumlah 3.523 dibandingkan tahun sebelumnya. Kelompok usia 100 tahun ke atas tidak pernah sebesar ini. Setidaknya 80 persen dari orang-orang yang berusia sangat tua ini adalah wanita.

BACA JUGA: Halle Sebagai Tuan Rumah dari Perayaan Hari Penyatuan Jerman pada Tahun 2021

Jumlah Pensiunan Bertambah

Menurut perhitungan Kantor Statistik Federal, jumlah orang berusia 67 tahun atau lebih (usia pensiun resmi di Jerman) akan meningkat menjadi sekitar 20 juta pada tahun 2035.

Itu artinya akan meningkat sebanyak 22 persen dibandingkan dengan tahun 2020 yang berjumlah 16 juta orang. Pada saat yang sama, kelompok usia antara 20 hingga 66 tahun (usia kerja) menurun.

Alasannya adalah bahwa kelompok Baby Boomer yang sangat terwakili akan pensiun pada tahun 2020-an. Untuk mengimbangi kasus ini, Jerman akan membutuhkan migran.

BACA JUGA: Keboan Aliyan, Tradisi Petani Banyuwangi Memohon Berkah di Bulan Suro

Generasi Baru, Nama Baru

Perubahan populasi disertai dengan perubahan nama, dan setiap generasi memiliki nama depan favoritnya sendiri. Asosiasi untuk Bahasa Jerman telah memantau nama depan paling populer sejak tahun 1977.

Saat itu nama-nama utama untuk anak perempuan adalah Stefanie, Christina/Christine dan Sandra. Sementara itu, untuk anak laki-laki adalah Christian, Michael dan Stefan.

Pada tahun 2020, nama depan paling populer untuk anak perempuan adalah Emilia, Hanna/Hannah dan Emma. Sedangkan untuk anak laki-laki adalah Noah, Leon dan Paul.(jrm1/lna)

BERITA KHUSUS

Tujuh Poktan Situbondo Bakal Dapat Bantuan Alat Jemur Tembakau

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo menggelontorkan anggaran dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2022 sekitar Rp180 juta. Duit jumbo...

BERITA TERBARU

Karier Harry Maguire di MU Sudah di Ujung Tanduk?

NUSADAILY.COM - MANCHESTER - Legenda Liverpool, Jamie Carragher beri kritik kepada Harry Maguire. Katanya, bek tengah itu sudah habis waktunya di Manchester United untuk...

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Di Jerman pada tahun 2021, bayi perempuan yang baru lahir memiliki harapan hidup 83,4 tahun, sedangkan bayi laki-laki rata-rata 78,6 tahun. Usia tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Tetapi seberapa besar perbedaan antar generasi di Jerman?

Jumlah Pemuda yang Rendah

Melansir dari deutschland.de, menurut Kantor Stasitik Federal, pada akhir tahun 2020 populasi di Jerman berjumlah 83,2 juta orang. Dari jumlah tersebut, 8,4 juta orang berusia antara 15 hingga 24 tahun.

Artinya, Generasi Z, dengan kata lain, mereka adalah yang lahir pada pertengahan 1990-an dan seterusnya, hanya mewakili 10,1 persen populasi.

Jumlah orang dalam kelompok usia ini tidak pernah serendah ini sejak awal percatatan statistik pada tahun 1950.

Gambarannya terlihat sangat berbeda dengan generasi Baby Boomer yang lahir antara pertengahan 1950-an dan pertengahan 1960-an. Pada tahun 1982, 1983 dan 1984, kaum muda mewakili 16,7 persen dari populasi.

Pada tahun 2020, di Jerman terdapat 20.465 orang berusia 100 tahun atau lebih, jumlah tersebut meningkat sejumlah 3.523 dibandingkan tahun sebelumnya. Kelompok usia 100 tahun ke atas tidak pernah sebesar ini. Setidaknya 80 persen dari orang-orang yang berusia sangat tua ini adalah wanita.

BACA JUGA: Halle Sebagai Tuan Rumah dari Perayaan Hari Penyatuan Jerman pada Tahun 2021

Jumlah Pensiunan Bertambah

Menurut perhitungan Kantor Statistik Federal, jumlah orang berusia 67 tahun atau lebih (usia pensiun resmi di Jerman) akan meningkat menjadi sekitar 20 juta pada tahun 2035.

Itu artinya akan meningkat sebanyak 22 persen dibandingkan dengan tahun 2020 yang berjumlah 16 juta orang. Pada saat yang sama, kelompok usia antara 20 hingga 66 tahun (usia kerja) menurun.

Alasannya adalah bahwa kelompok Baby Boomer yang sangat terwakili akan pensiun pada tahun 2020-an. Untuk mengimbangi kasus ini, Jerman akan membutuhkan migran.

BACA JUGA: Keboan Aliyan, Tradisi Petani Banyuwangi Memohon Berkah di Bulan Suro

Generasi Baru, Nama Baru

Perubahan populasi disertai dengan perubahan nama, dan setiap generasi memiliki nama depan favoritnya sendiri. Asosiasi untuk Bahasa Jerman telah memantau nama depan paling populer sejak tahun 1977.

Saat itu nama-nama utama untuk anak perempuan adalah Stefanie, Christina/Christine dan Sandra. Sementara itu, untuk anak laki-laki adalah Christian, Michael dan Stefan.

Pada tahun 2020, nama depan paling populer untuk anak perempuan adalah Emilia, Hanna/Hannah dan Emma. Sedangkan untuk anak laki-laki adalah Noah, Leon dan Paul.(jrm1/lna)