Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaInternationalAustralia Akan Perbolehkan Perjalanan Tanpa Karantina

Australia Akan Perbolehkan Perjalanan Tanpa Karantina

NUSADAILY.COM – MELBOURNE – Perjalanan bebas karantina dari Selandia Baru ke Australia akan kembali diizinkan mulai Senin (1/11), kata Menteri Pariwisata Australia Dan Tehan, Minggu.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Dimulainya kembali perjalanan bebas karantina dari Selandia Baru ke Australia adalah babak baru berikutnya. Dalam proses yang kita jalani menuju pemulihan,” kata Tehan melalui pernyataan.

Baca Juga: Australia Akan Izinkan Perjalanan dari Selandia Baru Bebas Karantina

Perjalanan tanpa karantina itu kembali diizinkan pada saat Australia mempersiapkan diri untuk membuka lagi sebagian perbatasan internasionalnya. Untuk pertama kalinya sejak Maret 2020.

Namun untuk saat ini, hanya para wisatawan dari negara tetangga, Selandia Baru, yang akan diperbolehkan masuk ke Australia. Itu pun kalau mereka sudah divaksin COVID-19.

Warga negara serta penduduk tetap Australia yang bermukim di New South Wales, Victoria, dan Ibu Kota Canberra mulai Senin akan dibebaskan bepergian keluar negeri. Tanpa harus mengantongi izin pengecualian ataupun menjalani karantina ketika kembali ke tanah air.

Australia menutup perbatasannya sejak pandemi mulai muncul.

Selama masa penutupan perbatasan, hanya sejumlah kecil warga negara serta penduduk tetap Australia yang diizinkan kembali ke tanah air.

Dan sesampainya di Australia, mereka diharuskan menjalani karantina selama 14 hari di hotel atas biaya pribadi.

Pada saat ini, lebih dari 80 persen warga berusia 16 tahun ke atas yang bermukim di New South Wales, Victoria, dan Canberra sudah lakukan vaksin.

Persentase itu merupakan ambang batas yang diperlukan untuk dicapai sebelum perjalanan internasional dibuka kembali.

Dengan pelonggaran perjalanan tersebut, sekitar 14 juta warga Australia bisa bebas keluar-masuk negara itu kalau mereka sudah menjalani vaksinasi.

Maskapai-maskapai penerbangan serta agen perjalanan wisata telah melaporkan permintaan yang meroket pada layanan mereka.

Namun, hanya 23 persen warga Australia yang merasa percaya diri untuk membuat rencana perjalanan tahun depan. Menurut jajak pendapat yang diselenggarakan oleh kelompok pembela hak konsumen, Choice, pekan lalu.

Pada Minggu, Australia mencatat lebih dari 1.200 kasus virus corona di seluruh negeri.

Dari jumlah tersebut, 1.036 kasus di antaranya muncul di Victoria dan 177 kasus di New South Wales. Jumlah orang yang meninggal karena COVID-19 tercatat 13 jiwa.

Baca Juga: Ketika Prancis Tuduh Australia-AS Berbohong

Dengan hanya sedikit di atas 170.000 kasus serta 1.735 kematian, catatan COVID-19 Australia masih jauh lebih ringan dibandingkan banyak negara lainnya. Kendati wabah virus corona jenis Delta telah membuat Sydney dan Melbourne dikenai karantina wilayah (lockdown) selama berbulan-bulan.

Hingga kini, sebesar 77 persen penduduk Australia sudah mendapatkan dosis penuh vaksin COVID-19 dan lebih dari 88 persen baru mendapatkan dosis pertama.(nd3)

Sumber: Reuters

BERITA KHUSUS

Peringatan HUT ke-77 RI Kota Pasuruan, Dari Upacara Bendera Hingga Bagi Akta Kelahiran

NUSADAILY.COM - PASURUAN - Puncak Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 di Kota Pasuruan dilaksanakan pada Rabu, 17 Agustus 2022. Dimulai dengan Upacara peringatan...

BERITA TERBARU

Enggan Bertanya

Oleh: Dr. Rahaju, S.Pd., M.Pd. SIANG menjelang sore, kantorku menerima tamu dari Malaysia. Acara berlangsung hikmad. Tamu memberikan informasi mengenai tujuan kunjungan dan profil mereka....