Australia Akan Mulai Repatriasi Warganya dari India Pada 15 Mei

  • Whatsapp
australia
Seorang perempuan menangis saat proses kremasi suaminya, yang meninggal dunia akibat penyakit virus korona (COVID-19), di sebuah krematorium di New Delhi, India, Rabu (5/5/2021). REUTERS/Adnan Abidi/hp/cfo (REUTERS/ADNAN ABIDI)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SYDNEY – Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Jumat mengatakan bahwa warganya yang berada di India yang sedang dilanda lonjakan COVID-19 harus dapat mulai dipulangkan pada 15 Mei setelah penerbangan repatriasi dilanjutkan.

Otoritas Australia pekan lalu melarang semua pelancong dari India. Termasuk warganya sendiri, memasuki negara itu karena lonjakan kasus COVID-19 di sana, dan memperingatkan pelanggar aturan itu dapat dituntut dan dihukum.

Baca Juga

BACA JUGA: Australia Pertimbangkan Usul Tunda Penerbangan dari India

Kebijakan tersebut menuai kritik keras dari para anggota parlemen, ekspatriat, dan diaspora India.

“Keputusan awal untuk menerapkan perintah biosekuriti hingga 15 Mei terbukti sangat efektif dan akan berjalan sepenuhnya hingga saat itu tanpa ada perubahan,”. Kata Morrison pada Jumat di kota Newcastle, yang terletak di utara Sydney.

Selain Australia, Malaysia juga mulai mengirimkan misi repatriasi untuk memulangkan rakyatnya dari India. Menyusul situasi gelombang lanjutan penularan pandemik COVID-19 di negara tersebut.

Menteri Luar Negeri Malaysia Hishamuddin Tun Hussein mengemukakan hal itu di Putrajaya pada Kamis (6/5).

“Pemerintah melalui kerja sama antara Kementerian Luar Negeri, Lembaga Pengurusan Bencana Negara (NADMA) dan Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) akan melaksanakan misi repatriasi khusus bagi rakyat Malaysia. Termasuk Home Based Staff (HBS) serta tanggungan mereka daripada pelbagai agensi yang berada di wilayah utara dan barat India,” katanya.

BACA JUGA: Bursa Australia Turun, Saham Emas Imbangi Keuntungan Penambang

Dia mengatakan misi repatriasi ini akan dilaksanakan menggunakan pesawat sewa khusus dari Malaysia.

“Pesawat tersebut akan berlepas ke New Delhi dan Mumbai. India dalam masa terdekat begitu urusan berkaitan termasuk izin penerbangan daripada Pemerintah India diperoleh,” katanya.(int2)