AS Hentikan Produksi Vaksin AstraZeneca di Pabrik Baltimore

  • Whatsapp
Vaksin astrazeneca
Vaksin AstraZeneca (ANTARA/HO-Humas ITB)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat pada Sabtu (3/4) menghentikan pabrik manufaktur Baltimore membuat vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca Plc, demikian laporan New York Times.

Pabrik itu sebelumnya merusak 15 juta dosis vaksin COVID-19 Johnson & Johnson karena kesalahan melakukan percampuran bahan baku vaksin.

Baca Juga

BACA JUGA: Inggris Lakukan Tinjauan Kasus Pembekuan Darah Vaksin AstraZeneca

J&J mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya “memikul tanggung jawab penuh terkait pembuatan zat obat untuk vaksin COVID-19 di fasilitas Emergent BioSolutions Inc. Bayview.”

J&J tidak mengatakan secara khusus apakah akan mengambil alih pabrik. Perusahaan itu tidak menanggapi permintaan komentar Reuters untuk klarifikasi.

The New York Times melaporkan bahwa AstraZeneca mengatakan dalam sebuah pernyataan akan bekerja sama dengan pemerintahan Presiden Joe Biden untuk menemukan lokasi alternatif. Produsen obat itu tidak menanggapi permintaan komentar.

BACA JUGA: Amerika Serikat Kecam Tindakan China Semakin Kurangi Partisipasi Politik Hong Kong

Langkah oleh Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS ‘akan membuat fasilitas Emergent BioSolutions semata-mata dikhususkan untuk membuat vaksin dosis tunggal Johnson & Johnson. Dan dimaksudkan untuk menghindari percampuran di masa depan, menurut laporan surat kabar tersebut, yang mengutip dua pejabat senior kesehatan federal.

Dokter utama ahli penyakit menular pemerintah AS mengatakan kepada Reuters bahwa negara tersebut mungkin tidak memerlukan vaksin AstraZeneca. Meskipun telah mendapat persetujuan.(int2)