Ini Tanggapan Sekjen PBB soal Polisi Israel Serang Masjid Al-Aqsa

Juru bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric mengatakan Guterres sempat melihat gambar-gambar "kekerasan dan pemukulan" di dalam situs suci. Insiden itu semakin membuat lebih memprihatinkan karena bertepatan dengan "kalender perayaan agama Yahudi, Kristen, dan Muslim yang seharusnya penuh perdamaian dan tanpa kekerasan."

Apr 7, 2023 - 01:12
Ini Tanggapan Sekjen PBB soal Polisi Israel Serang Masjid Al-Aqsa

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres syok dan tercengang melihat foto-foto dan video para polisi Israel memukuli jemaah di masjid Al Aqsa, Yerusalem timur.

Kepolisian Israel sendiri mengklaim terpaksa menyerbu ke dalam kompleks Al Aqsa karena sejumlah warga Palestina bertopeng yang mereka sebut agitator.

Polisi Israel mengatakan para warga itu mengunci dan membarikade diri di dalam masjid menggunakan kembang api, tongkat, dan batu.

Juru bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric mengatakan Guterres sempat melihat gambar-gambar "kekerasan dan pemukulan" di dalam situs suci.

Insiden itu semakin membuat lebih memprihatinkan karena bertepatan dengan "kalender perayaan agama Yahudi, Kristen, dan Muslim yang seharusnya penuh perdamaian dan tanpa kekerasan."

"Tempat peribadatan seharusnya hanya digunakan untuk ibadah yang damai," tutur Dujarric seperti dikutip dari AFP.

Negara-negara yang tergabung dalam Liga Arab sebelumnya menggelar rapat darurat membahas insiden serangan polisi Israel ke Yerusalem.

Diberitakan Reuters, pertemuan itu diadakan usai Yordania menyerukan rapat dengan berkoordinasi bersama para pejabat Mesir dan Palestina. Namun, belum diketahui lokasi para pemimpin itu bakal menggelar rapat.

Pertemuan ini sendiri dilakukan setelah eskalasi konflik semakin meningkat di Yerusalem usai serangan polisi Israel ke Masjid Al Aqsa.

Aksi itu menyebabkan sejumlah warga Palestina luka-luka karena tertembak peluru karet dan dipukul polisi Israel, menurut keterangan petugas medis dari Palang Merah Palestina.

Salah satu warga perempuan Palestina yang enggan disebut namanya mengatakan polisi melemparkan granat setrum ke para jemaah, salah satunya terkena ke dia.

"Saya sedang duduk di kursi membaca [Al Quran]. Mereka kemudian melemparkan granat setrum, salah satu di antaranya mengenai dada saya," ujar perempuan itu sembari tersengal-sengal.

Polisi Israel Serang Masjid Al-Aqsa

Terpisah, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bukan suara menanggapi reaksi keras negara-negara Liga Arab usai polisi Israel menyerang masjid Al-Aqsa.

Netanyahu kemudian berjanji akan meredakan situasi usai insiden serangan polisi Israel ke dalam masjid Al Aqsa dan sempat menyebabkan bentrokan massa, seperti dikutip dari The Times of Israel.

PM yang sempat didemo warga Israel itu menyatakan akan tetap,"menjaga status quo dan meredakan tensi."

Netanyahu dalam akun Twitternya mengunggah video seorang pria yang diklaim sebagai warga Palestina mengungkapkan kesaksian di dalam masjid bahwa insiden itu dipicu oleh para pemuda bertopeng.

Pemuda itu mengatakan membarikade dan mengunci gerbang masjid Al Aqsa dan tidak memperbolehkan satu jemaah pun keluar.

The Times of Israel memberitakan, polisi menerangkan bahwa pria bertopeng yang mereka sebut sebagai agitator itu ogah keluar meski sudah diminta dan dibujuk untuk tinggalkan masjid.

Polisi Israel pun mengklaim terpaksa merangsek masuk ke masjid untuk menangkap para pemuda berpenutup wajah tersebut.

Para pemuda itu disebut pihak polisi Israel kemudian melempar petasan dan batu ke arah petugas. Situasi memaksa polisi Israel melakukan tindakan tegas.

Netanyahu kemudian mendukung tindakan kepolisian negaranya yang dinilai berusaha menjaga keamanan dan ketertiban di dalam masjid Al Aqsa.

"Israel berkomitmen untuk menjaga kebebasan dalam beribadah, akses bebas bagi semua agama, dan status quo untuk Temple Mount (Al Aqsa), serta tidak akan membiarkan kekerasan ekstremis mengubah ini," ujar Netanyahu.

Sebelumnya, Yordania berinisiatif mengajak negara-negara Liga Arab untuk rapat darurat menanggapi insiden serangan polisi terhadap masjid Al Aqsa.

Pemerintah Yordania menilai Israel justru telah melanggar status quo sesuai hukum internasional dengan melakukan serangan ke dalam masjid Al Aqsa di mana menjadi hak dan tanggung jawab Yordania untuk menjaganya.

Negara-negara Liga Arab segera bergerak untuk menggelar rapat darurat pada Rabu (5/4), membahas insiden polisi Israel menyerang masjid Al Aqsa, Yerusalem timur, Rabu subuh waktu setempat.(han)