Ini Peringatan Allah Lewat Malaikat Maut Bagi Manusia Berumur 40 Tahun

Imam Syamsuddin Al-Qurthubi mengatakan, seseorang yang sudah memasuki umur 40 tahun sudah waktunya menyadari betapa banyak nikmat yang telah dikaruniakan Allah SWT kepadanya, kepada orang tuanya, lalu mensyukurinya. Ia turut mengutip perkataan Imam Malik rahimahullah yang mengatakan pernah melihat para ahli ilmu di negerinya yang gemar mencari dunia. Orang-orang tersebut bergaul dengan masyarakat hingga seorang dari mereka mencapai usia 40 tahun. Jika mereka telah memasuki umur itu, maka mereka mengasingkan diri dari masyarakat.

Ini Peringatan Allah Lewat Malaikat Maut Bagi Manusia Berumur 40 Tahun
ilustrasi malaikat Mikhail

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Setiap yang berjiwa pasti akan menemui ajalnya sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Ali Imran ayat 185. Menyambut takdir tersebut, Malaikat Maut sendiri telah memperingatkan manusia untuk mempersiapkan bekal kematiannya, terlebih jika sudah memasuki umur 40 tahun.

Misteri umur 40 tahun ini disebutkan dalam Kitab Raudhah Al-Musytaq wa Ath-Thariq Ila Al-Malik Al-Khallaq karya Abul Faraj Ibnul Jauzi dan turut diulas Imam Syamsuddin Al-Qurthubi dalam Kitab At-Tadzkirah. Ia mengatakan bahwa tidak ada satu hari pun, di mana matahari terbit dan terbenam, melainkan Malaikat Maut menyeru,

"Hai orang-orang yang telah berumur empat puluh tahun, inilah saatnya kalian mengambil bekal, selagi kalian masih berakal, anggota-anggota tubuh kalian masih kuat perkasa."

Malaikat Maut juga menyeru bagi manusia yang telah memasuki umur 50 dan 60 tahun. Ia mengatakan,

"Hai orang-orang yang telah berumur lima puluh tahun, telah dekat saatnya memetik dan panen. Hai orang-orang yang telah berumur enam puluh tahun, kalian telah melupakan hukuman Allah, dan melalaikan jawaban atas firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, padahal tidak ada lagi penolong bagimu."

Firman Allah SWT yang dimaksud adalah,

اَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَّا يَتَذَكَّرُ فِيْهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاۤءَكُمُ النَّذِيْرُۗ

Artinya: "Dan bukankah Kami telah memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (bukankah) telah datang kepadamu pemberi peringatan?" (QS Fatir: 37)

Sementara itu, dalam Shahih Bukhari terdapat suatu riwayat yang menyebut bahwa Allah SWT menangguhkan umur seseorang hingga 60 tahun sebagai kesempatan untuk meminta maaf. Hadits ini diriwayatkan dari Abu Hurairah RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

"Allah telah banyak memberi kesempatan meminta maaf, kepada seseorang yang Dia tangguhkan ajalnya hingga mencapai umur enam puluh tahun." (HR Bukhari dan dinilai shahih)

Imam Syamsuddin Al-Qurthubi mengatakan, seseorang yang sudah memasuki umur 40 tahun sudah waktunya menyadari betapa banyak nikmat yang telah dikaruniakan Allah SWT kepadanya, kepada orang tuanya, lalu mensyukurinya.

Ia turut mengutip perkataan Imam Malik rahimahullah yang mengatakan pernah melihat para ahli ilmu di negerinya yang gemar mencari dunia. Orang-orang tersebut bergaul dengan masyarakat hingga seorang dari mereka mencapai usia 40 tahun. Jika mereka telah memasuki umur itu, maka mereka mengasingkan diri dari masyarakat.

Selain memberi peringatan kepada manusia yang memasuki umur 40 tahun, Malaikat Maut juga mengirimkan delegasinya sebelum ia mencabut nyawa seseorang. Diriwayatkan dalam sebuah khabar, salah seorang nabi berkata kepada Malaikat Maut, "Tidakkah kamu punya seorang delegasi, yang kamu suruh datang mendahuluimu, supaya manusia bersiap-siap menyambut kedatanganmu?"

Malaikat Maut menjawab, "Benar, demi Allah. Aku bahkan punya banyak delegasi, berupa macam-macam gangguan dan penyakit, uban, berbagai hal yang menyedihkan, dan berkurangnya pendengaran dan penglihatan.

Jika orang yang ditimpa hal-hal tersebut tidak mau sadar juga, dan tidak mau bertobat, maka tatkala aku datang hendak mencabut nyawanya aku akan menyeru,

“Bukankah aku telah mengirim terlebih dahulu kepadamu delegasi demi delegasi, dan peringatan demi peringatan? Aku adalah delegasi terakhir, tidak ada lagi yang lain sesudahku. Dan aku adalah peringatan terakhir, tidak ada lagi peringatan lain sesudahku.”(han)