Ini Manfaat Kasturi, Mulai untuk Bibit Wewangian, Aromaterapi hingga Atasi Sembelit

Tanaman dari famili Malvaceae ini banyak tumbuh liar di tempat-tempat terbuka seperti kebun ataupun tanah kosong. Hampir semua bagian tanaman kasturi dapat dimanfaatkan.

Ini Manfaat Kasturi, Mulai untuk Bibit Wewangian, Aromaterapi hingga Atasi Sembelit

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Tanaman bunga kasturi banyak tumbuh di kawasan Asia, Amerika Utara, Inggris, hingga Eropa. Mengutip laman Eat the Planet, daun, biji, dan bunga kasturi ini bahkan dapat dikonsumsi.

Di Indonesia, tanaman kasturi dikenal juga sebagai kapasan (Abelmoschus moschatus), sedangkan dalam literatur berbahasa Inggris daun ini disebut musk mallow.

Tanaman dari famili Malvaceae ini banyak tumbuh liar di tempat-tempat terbuka seperti kebun ataupun tanah kosong. Hampir semua bagian tanaman kasturi dapat dimanfaatkan.

Biji dari tanaman kasturi kerap digunakan sebagai campuran bahan kosmetik. Sementara bagian bunga kasturi dipakai sebagai obat herbal dalam mengatasi beberapa jenis penyakit dalam pengobatan tradisional India Ayurveda.

Manfaat tanaman kasturi umumnya banyak dikenal sebagai bibit wewangian atau bahan penghasil parfum kasturi.

Padahal kegunaan tanaman kasturi juga bermanfaat untuk aromaterapi hingga keperluan obat herbal.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut manfaat bunga kasturi yang perlu diketahui. 

1. Aromaterapi
Ekstrak biji bunga kasturi yang sudah berupa minyak banyak digunakan untuk bahan campuran parfum, essential oil, atau aromaterapi.

Ciri khas wangi tanaman bunga kasturi ini manis dan lembut dengan sensasi menenangkan sehingga efektif membantu meredakan kecemasan, memperbaiki mood, serta mengatasi gangguan tidur.

2. Konstipasi
Mengutip Health Benefits Times, kandungan serat dalam bunga kasturi dapat mengatasi masalah konstipasi atau sembelit dan sakit perut. Serat-serat tersebut bertindak sebagai pencahar alami supaya proses buang air besar lebih lancar.

Untuk mendapat manfaatnya, bunga kasturi bisa diseduh untuk dijadikan minuman teh herbal.

3. Menstabilkan gula darah
Di India, biji bunga kasturi ada yang dikemas ke dalam bentuk suplemen. Khasiatnya untuk menstabilkan kadar gula darah pada penderita diabetes.

Meski begitu, manfaat dan efektivitas bunga kasturi untuk mengatasi diabetes ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

4. Infeksi saluran kemih
Biji bunga kasturi memiliki sifat antiinflamasi dan antimikroba yang dipercaya bisa mengurangi peradangan pada infeksi saluran kemih, merujuk laman Natural Medicinal Herbs.

Perlu diingat, biji bunga kasturi tidak bertindak langsung sebagai obat penyembuh. Anda tetap perlu memeriksakan diri ke dokter dalam menangani masalah saluran kemih ini.

5. Antiradang
Pada pengobatan tradisional Ayurveda di India, minyak bunga kasturi sering digunakan sebagai obat antiradang atau pereda nyeri, khususnya untuk mengatasi kram perut, nyeri sendi, keseleo atau terkilir.

6. Mengatasi memar dan gigitan serangga
Bagian daun dan bunga kasturi dapat digunakan untuk mengurangi memar, radang, dan gigitan serangga.

Ini berkat emolien dan zat lain di dalamnya yang memberikan efek menenangkan dan mengurangi inflamasi.

7. Obat demam
Mengutip TrustHerb, bagian bunga kasturi dapat dikonsumsi untuk membantu mengatasi masalah sistem pernapasan dan pencernaan.

Sementara daun dan akar bunga kasturi, kerap dipakai sebagai obat herbal untuk mengatasi sakit kepala, rematik, varises, hingga demam.

8. Mengatasi bau mulut
Serbuk biji bunga kasturi yang diseduh dengan air dapat dijadikan obat kumur alami untuk mengatasi bau mulut.

Cara ini sebelumnya pernah diterapkan dalam metode pengobatan Ayurveda. Adapun manfaat lainnya bagi kesehatan mulut yaitu mengatasi sariawan, serta gusi berdarah.

9. Pelengkap masakan
Biji kasturi juga digunakan sebagai pelengkap masakan. Biasanya untuk topping salad, pengganti biji wijen, atau ditambahkan ke kopi.

Sementara daunnya bisa dimakan mentah, dimasak seperti sup atau campuran salad.

Meski bunga kasturi memiliki sejumlah manfaat potensial untuk pengobatan dan kesehatan, namun Anda disarankan untuk berhati-hati dan tidak mengonsumsinya begitu saja.

Khususnya bagi penderita penyakit serius untuk tetap disarankan berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.(han)