Ini Isi Percakapan Telepon Jokowi dengan Zelensky usai Bicara dengan Putin

Sehari sebelumnya, Jokowi juga bertelepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam percakapan itu, Jokowi menyambut keputusan Rusia bergabung dengan Black Sea Grain Initiative atau kesepakatan koridor gandum Laut Hitam.

Ini Isi Percakapan Telepon Jokowi dengan Zelensky usai Bicara dengan Putin

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, melalui akun Twitter nya mengungkap bahwa melakukan percakapan via telepon dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kamis (3/11).

Dalam percakapan itu, Zelensky mengatakan dia dan Jokowi banyak membahas soal jaminan pasokan pangan terutama gandum yang bermasalah sejak invasi Rusia ke Ukraina berlangsung.

Zelensky dan Jokowi juga turut membahas soal persiapan KTT G20 di Bali 15-16 November mendatang.

"Berbincang dengan Presiden Indonesia @jokowi. Kami membahas pentingnya melanjutkan Grain Initiative. Ukraina siap untuk terus menjadi penjamin ketahanan pangan global. Perhatian juga diberikan pada persiapan KTT #G20," kata Zelensky.

Sehari sebelumnya, Jokowi juga bertelepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam percakapan itu, Jokowi menyambut keputusan Rusia bergabung dengan Black Sea Grain Initiative atau kesepakatan koridor gandum Laut Hitam.

"Berbincang dengan Presiden Putin dan membahas tentang Black Sea Grain Initiative. Menyambut keputusan Rusia untuk bergabung kembali," ujar Jokowi via Twitter.

Namun, Zelensky dan Putin belum menjabarkan apakah mereka akan datang ke KTT G20 nanti.

Pada September lalu, Menlu RI Retno Marsudi juga membahas implementasi Black Sea Initiative (BSI) dengan Martin Griffiths selaku Under-Secretary-General for Humanitarian Affairs and Emergency.

Keduanya menekankan pentingnya BSI terutama untuk membantu negara berkembang dalam mengamankan pasokan pangan dan pupuk untuk rakyatnya.

"Komunikasi Menlu Retno dengan UNSG Griffiths secara regular dilakukan dari sejak awal dampak pangan dirasakan akibat terjadinya perang di Ukraina. Komunikasi intensif juga dilakukan menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kyiv dan Moskow pada akhir Juni lalu," demikian keterangan tertulis dari situs Kemlu pada September lalu.

"Dalam pembicaraan, Menlu Retno tekankan pentingnya ekspor pangan dari Ukraina, dan gandum serta pupuk dari Rusia, agar dapat mencapai negara-negara berkembang," lanjut keterangan itu.(han)