Ini 5 Sekutu Rusia yang Bikin AS Makin Pusing

Putin juga sempat mengirim surat untuk Kim. Dia menggarisbawahi kedekatan kedua negara merupakan kepentingan nasional keduanya, termasuk membantu memperkuat keamanan dan stabilitas Semenanjung Korea.

Ini 5 Sekutu Rusia yang Bikin AS Makin Pusing

NUSADAILY.COM –JAKARTA - Kemesraan Rusia dan sekutunya semakin meningkat usai Presiden Vladimir Putin memerintahkan invasi ke Ukraina pada Februari lalu.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden semakin pusing gegara sejumlah negara sekutu Rusia bertambah. Hubungan mereka pun semakin mesra.

Beberapa negara itu bahkan memasok senjata untuk membantu Rusia melawan Ukraina.

Berikut deret sekutu Rusia yang semakin mesra dan bikin AS pusing.

1. Korea Utara
Korea Utara memutuskan menjalin relasi yang lebih kuat dengan Rusia. Kehangatan mereka tampak saat Putin bicara ke Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bakal memperluas hubungan bilateral.

Putin juga sempat mengirim surat untuk Kim. Dia menggarisbawahi kedekatan kedua negara merupakan kepentingan nasional keduanya, termasuk membantu memperkuat keamanan dan stabilitas Semenanjung Korea.

Kim juga beberapa kali menegaskan dukungan dia terhadap invasi Rusia di Ukraina.

Korut bahkan disebut memasok senjata ke Rusia demi mencapai tujuan mereka.

Koordinator Komunikasi Strategi Dewan Keamanan Nasional John Kirby mengatakan Pyongyang diam-diam memasok senjata ke Rusia.

"[Pyongyang] secara diam-diam memasok sejumlah besar peluru artileri untuk perang Rusia di Ukraina," kata Kirby, seperti dikutip News Week, Kamis (3/11).

2. China
China juga menjadi salah satu sekutu kuat Rusia di Asia. Kedua negara ini saling dukung dalam mitra strategis.

Sebelum Putin menginvasi Ukraina, ia dan Presiden China XI Jinping menegaskan kemitraan kedua negara tak punya batasan.

Mereka juga sepakat memperdalam kerja sama China dan Rusia dari berbagai aspek.

Kedua pemimpin it juga memiliki hubungan yang dekat. Tercatat, Xi sudah bertemu Putin 40 kali sejak 2012.

China juga menjadi negara yang tak mengecam invasi Rusia di Ukraina dan tak melancarkan sanksi ke pemerintahan Moskow.

3. Iran
Iran dan Rusia juga dilaporkan semakin hangat. Beberapa intelijen menyatakan Moskow mendekati Teheran untuk memperoleh senjata.

Belakangan, Iran disebut mengirim drone kamikaze dan peralatan lain ke Rusia. Pesawat tak berawak itu digunakan untuk menyerang pasukan Ukraina.

Amerika Serikat juga menilai Iran mengirim pasukan untuk membantu Rusia menggunakan drone buatan Teheran.

Namun, Iran membantah tudingan itu. Mereka mengklaim tak berada di pihak siapapun yang berkonflik.

4. Belarus
Belarus juga menjadi sekutu dekat sekaligus kuat bagi Rusia.
Sesaat sebelum invasi, Rusia menempatkan sejumlah pasukan di Belarus.

Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengaku pihaknya turut berpartisipasi dalam perang Rusia-Ukraina. Namun, keterlibatan itu bukan partisipasi militer atau pengerahan pasukan.

Terbaru, Belarus dan Rusia disebut akan menggelar latihan militer bersama id tengah invasi Moskow yang masih berlangsung.

5. Suriah
Sebagaimana sekutu Rusia lain, Suriah mempererat hubungan dengan pemerintahan Putin.

Kedekatan itu tampak saat Suriah mengakui dua wilayah Ukraina, Donetsk dan Luhansk, yang dicaplok Rusia.

"Republik Arab Suriah memutuskan mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Republik Rakyat Luhansk dan Republik Rakyat Donetsk," kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Suriah pada Juni lalu, seperti dikutip SANA.

Pemerintah Suriah memang sudah lama menyampaikan dukungan mereka terhadap dua wilayah tersebut.

Pada Februari lalu, pemerintah Suriah menyatakan mereka mendukung keputusan Putin mengakui kemerdekaan Donetsk dan Luhansk.(han)