Ingatkan Pentingnya Rawat Kesehatan Gigi dan Mulut, BKGN Hadir di RSGM Unhas

"Hanya 58,33% masyarakat yang sadar dan berpengetahuan baik dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut mereka. Bahkan sebanyak 74% masyarakat mengaku tidak menyikat gigi 2 kali sehari, dan 72% masyarakat merasa tidak perlu berkonsultasi ke dokter gigi," imbuhnya.

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Berdasarkan survei Pepsodent terjadi peningkatan permasalahan gigi dan mulut pada masyarakat selama pandemi akibat menurunnya kebiasaan merawat kesehatan gigi dan mulut. Pepsodent pun berkomitmen mendukung edukasi serta perawatan gigi dan mulut guna mewujudkan senyum sehat Indonesia.

"Survei menemukan kebiasaan orang tua menyikat gigi pada pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur menurun sebesar 5%, bahkan pada anak penurunannya dua kali lebih besar, yaitu 11%. Memprihatinkan bahwa meski pandemi sudah mereda, kebiasaan yang terlanjur terbentuk ini belum berubah signifikan," kata Head of Professional Marketing Personal Care Unilever Indonesia drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc dalam keterangan tertulis.

Dosen dan Peneliti dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin drg. Ayub Irmadani Anwar, M.Med.Ed mengatakan kecenderungan serupa juga terlihat di tengah masyarakat Kota Makassar.

Penelitian yang ia lakukan bersama rekan sejawat di FKG Unhas tahun lalu menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat Makassar terhadap kesehatan gigi dan mulut di masa pandemi masih terbilang rendah.

"Hanya 58,33% masyarakat yang sadar dan berpengetahuan baik dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut mereka. Bahkan sebanyak 74% masyarakat mengaku tidak menyikat gigi 2 kali sehari, dan 72% masyarakat merasa tidak perlu berkonsultasi ke dokter gigi," imbuhnya.

Dekan FKG Unhas Prof. Dr. drg. Edy Machmud, Sp. Pros(K) menambahkan risiko dapat timbul di balik kebiasaan buruk dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, di antaranya adalah gigi berlubang, infeksi gusi, hingga sakit gigi yang dapat mempengaruhi kenyamanan dan produktivitas.

BACA JUGA ; Infeksi Virus Pernapasan Syncytial Melonjak di AS, Rumah Sakit Anak-anak “Kewalahan”

"Diperlukan intervensi segera untuk memulihkan kebiasaan masyarakat agar tidak menghambat mereka mengejar berbagai ketertinggalan dan melakukan transformasi besar guna mewujudkan cita-cita menjadi negara maju. Terlebih lagi karena kesehatan merupakan modal utama untuk kembali bangkit dari pandemi, dan salah satu kunci tubuh yang sehat dan produktif adalah gigi dan mulut yang terawat," kata drg. Edy.

Untuk mendorong masyarakat Kota Makassar kembali menggiatkan perawatan kesehatan gigi dan mulut, program tahunan kerja sama PT Unilever Indonesia, Tbk melalui brand Pepsodent dengan beberapa pihak, Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2022, kembali hadir di RSGM Pendidikan - FKG Universitas Hasanuddin, Makassar.

Dalam kegiatan ini, masyarakat bisa mendapatkan perawatan gigi gratis serta rangkaian edukasi mengenai pentingnya memulihkan kebiasaan menyikat gigi pagi dan malam hari serta rutin berkonsultasi ke dokter gigi, yang tercatat mengalami penurunan selama pandemi.

Kegiatan ini bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI) serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat Makassar agar dapat hidup lebih sehat dan produktif dengan senyum Indonesia.

Di BKGN 2022, masyarakat Makassar dapat secara langsung mendapatkan pelayanan perawatan gigi ringan secara gratis oleh para dokter gigi dari RSGM Pendidikan - FKG Unhas dan mahasiswa FKG Unhas selama 14, 17 dan 18 Oktober 2022.

Bulan mendatang, BKGN 2022 juga akan kembali hadir melayani masyarakat Makassar di RSGM FKG Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada 17, 18 dan 21 November 2022.

Adapun perawatan gigi gratis yang diberikan meliputi pencabutan tanpa komplikasi, pembersihan karang gigi atau scaling, dan perawatan pencegahan gigi berlubang dengan aplikasi fluoride (fissure sealant).

"Kami juga akan tetap mengoptimalkan edukasi ke sekolah dan konsultasi kesehatan gigi dan mulut melalui layanan teledentistry 'Tanya Dokter Gigi by Pepsodent' yang dapat diakses dengan mudah melalui QR code yang tertera di kemasan Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang," tutur drg. Mirah.

"Kami berharap pelaksanaan BKGN 2022 dapat membantu memulihkan kebiasaan merawat gigi dan mulut agar masyarakat Indonesia bisa hidup lebih sehat, bangkit lebih kuat, bebas gigi berlubang," sambungnya.

Pepsodent bersama PDGI, AFDOKGI, dan ARSGMPI juga telah menghadirkan berbagai program untuk terus melindungi kesehatan gigi dan mulut masyarakat sekaligus mendukung pemerintah dalam mentransformasi sistem kesehatan di Indonesia.

Salah satu inovasi terbesarnya adalah pemanfaatan teknologi digital melalui layanan teledentistry 'Tanya Dokter Gigi by Pepsodent' yang sejak 2020 hingga sekarang telah melayani lebih dari 41.000 masyarakat. Layanan yang dilengkapi dengan fitur video call ini didukung oleh dokter gigi dari 28 Fakultas Kedokteran Gigi dan 107 PDGI cabang.

BACA JUGA ; Pandemi Jadi Endemi, BPJS Kesehatan Akan Tanggung Biaya Pasien COVID Mulai 2023

Selain itu, BKGN adalah bentuk kolaborasi tahunan yang dipersembahkan sejak 12 September 2010 - yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Kesehatan Gigi Nasional oleh Kemenkes RI di tahun 2011.


Setelah sepenuhnya dilaksanakan secara virtual melalui layanan teledentistry selama dua tahun terakhir, tahun ini BKGN 2022 kembali hadir secara langsung untuk memberikan perawatan gigi gratis di 28 FKG dan RSGM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga Desember 2022.

 

BKGN 2022 diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) pada 12 September lalu, yang secara daring telah disaksikan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI dan Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta.

Direktur RSGM Pendidikan Unhas, drg. Andi Tajrin, M.Kes., Sp.BM(K) berpendapat setelah sekian lama para calon dokter gigi menghadapi keterbatasan dalam memberikan perawatan gigi dan mulut secara langsung, BKGN 2022 menjadi momen yang sangat baik untuk kembali melakukan pengabdian masyarakat, dan memberikan edukasi kesehatan gigi dan mulut.

"Di tengah situasi pandemi, RSGM Pendidikan Unhas siap memastikan bahwa rangkaian kegiatan BKGN 2022 akan dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan, mulai dari screening kesehatan yang ketat, menjamin kehigienisan semua perangkat pendukung, mencegah kerumunan, hingga memonitor jumlah pasien yang dapat dilayani," kata drg. Andi.(rws/lna)