Indonesia Siap Bantu Gambia

Indonesia terus meningkatkan kerja sama internasional. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi usai menerima kunjungan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Internasional dan Warga Negara Gambia di Luar Negeri, Dr. Mamadou Tangara

Indonesia Siap Bantu Gambia
Pertemuan Menlu Retno Marsudi dan Menlu Gambia Dr. Mamadou Tangara membahas kerja sama dalam kerangka OKI. (Kemenlu RI)

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Indonesia terus meningkatkan kerja sama internasional. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi usai menerima kunjungan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Internasional dan Warga Negara Gambia di Luar Negeri, Dr. Mamadou Tangara. Pertemuan dilakukan di Kementerian Luar Negeri, Jakarta pada Selasa (24/1).

Dilasnir dari medcom.id, pertemuan dengan Menlu Gambia membahas kerja sama dalam kerangka forum Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan berbagai peluang peningkatan kerja sama bilateral.

 
Terkait rencana Gambia yang akan menjadi tuan rumah KTT ke-15 OKI pada akhir tahun ini, Menlu Retno menyampaikan harapan agar KTT OKI dapat menghasilkan aksi konkret.
 
"Indonesia mendukung Gambia untuk dapat menghasilkan kerja sama yang dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat negara anggota OKI, antara lain melalui kerja sama untuk pemenuhan hak atas pendidikan bagi perempuan Afghanistan, serta kerja sama penguatan kapasitas di bidang pertanian”, tutur Menlu Retno.

Menlu Retno mendapat kunjungan dari Menteri Perhubungan Guinea, Felix Lamah. Dalam kunjungannya tersebut, kedua menteri membahas peningkatan hubungan bilateral khususnya di di bidang industri strategis, infrastruktur dan perhubungan.

 
Menlu Retno menyambut baik rencana penandatanganan Letter of Intent (LoI) di bidang transportasi antara Menhub Indonesia-Guinea pada 26 Januari 2023 mendatang.
 
"Kita wujudkan kesepakatan ini ke dalam kerja sama nyata, khususnya Di bidang transportasi udara, maritim, dan darat (kereta api), baik secara G-to-G maupun B-to-B," ujar Retno.
 
Lembaga Nusantara Palestina Center (NPC) menyerahkan bantuan kepada lebih dari 1.000 anak yatim di Jalur Gaza. Bantuan diserahkan oleh Bang Onim, seorang aktivis asal Indonesia yang kini menetap di Palestina.
 
"Di awal 2023, jumlah anak yatim di Jalur Gaza berkisar 27,000. Sedangkan kami, rakyat Indonesia, baru dapat membantu memberikan bantuan tunai kepada 1,011 orang anak yatim, dan masih lebih dari 26.000 yang menanti dukungan dan bantuan kita," ungkap Bang Onim.
 
Penyerahan santunan tunai bagi ribuan anak yatim di Jalur Gaza oleh NPC berlangsung selama lima hari, dan di seluruh wilayah Gaza, yang meliputi Kota Khan Yunis, Rafah, Deir Balah, Gaza City, Camp Jabalia, Kota Jabalia, Bait Lahiya, dan Bait Hanun.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menerima kunjungan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Internasional dan Warga Negara Gambia di Luar Negeri, Dr. Mamadou Tangara. Pertemuan dilakukan di Kementerian Luar Negeri, Jakarta pada Selasa kemarin.

Dua berita terpopuler lainnya adalah Guinea yang ingin menjajaki kerja sama dengan Indonesia dan penyerahan bantuan dari aktivis RI kepada anak-anak yatim di Jalur Gaza.

Pertemuan dengan Menlu Gambia membahas kerja sama dalam kerangka forum Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan berbagai peluang peningkatan kerja sama bilateral.
 
Terkait rencana Gambia yang akan menjadi tuan rumah KTT ke-15 OKI pada akhir tahun ini, Menlu Retno menyampaikan harapan agar KTT OKI dapat menghasilkan aksi konkret.
 
"Indonesia mendukung Gambia untuk dapat menghasilkan kerja sama yang dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat negara anggota OKI, antara lain melalui kerja sama untuk pemenuhan hak atas pendidikan bagi perempuan Afghanistan, serta kerja sama penguatan kapasitas di bidang pertanian”, tutur Menlu Retno.

Menlu Retno mendapat kunjungan dari Menteri Perhubungan Guinea, Felix Lamah. Dalam kunjungannya tersebut, kedua menteri membahas peningkatan hubungan bilateral khususnya di di bidang industri strategis, infrastruktur dan perhubungan.
 
Menlu Retno menyambut baik rencana penandatanganan Letter of Intent (LoI) di bidang transportasi antara Menhub Indonesia-Guinea pada 26 Januari 2023 mendatang.
 
"Kita wujudkan kesepakatan ini ke dalam kerja sama nyata, khususnya Di bidang transportasi udara, maritim, dan darat (kereta api), baik secara G-to-G maupun B-to-B," ujar Retno.
 
Lembaga Nusantara Palestina Center (NPC) menyerahkan bantuan kepada lebih dari 1.000 anak yatim di Jalur Gaza. Bantuan diserahkan oleh Bang Onim, seorang aktivis asal Indonesia yang kini menetap di Palestina.
 
"Di awal 2023, jumlah anak yatim di Jalur Gaza berkisar 27,000. Sedangkan kami, rakyat Indonesia, baru dapat membantu memberikan bantuan tunai kepada 1,011 orang anak yatim, dan masih lebih dari 26.000 yang menanti dukungan dan bantuan kita," ungkap Bang Onim.
 
Penyerahan santunan tunai bagi ribuan anak yatim di Jalur Gaza oleh NPC berlangsung selama lima hari, dan di seluruh wilayah Gaza, yang meliputi Kota Khan Yunis, Rafah, Deir Balah, Gaza City, Camp Jabalia, Kota Jabalia, Bait Lahiya, dan Bait Hanun.(*)