Indonesia Berencana Buka Penerbangan Langsung dengan China, Berharap Bisa Bangkit Pra-epidemi.

Menurut laporan Bloomberg AS pada tanggal 24, Indonesia berencana untuk membuka lebih banyak penerbangan langsung dengan China dan melakukan kegiatan promosi di media sosial untuk menarik wisatawan China ke Bali

Indonesia Berencana Buka Penerbangan Langsung dengan China, Berharap Bisa Bangkit Pra-epidemi.
tempat wisata di Bali

NUSADAILY.COM – AMERIKA - Menurut laporan Bloomberg AS pada tanggal 24, Indonesia berencana untuk membuka lebih banyak penerbangan langsung dengan China dan melakukan kegiatan promosi di media sosial untuk menarik wisatawan China ke Bali. Menurut laporan tersebut, sebelum China secara bertahap mengoptimalkan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian epidemi serta membuka kembali perbatasan, Indonesia bermaksud menggunakan kesempatan ini untuk menghidupkan kembali industri pariwisatanya.

BACA JUGA : Beijing Luncurkan 4.000 Kegiatan Budaya untuk Tahun Baru...

Laporan tersebut secara khusus menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia menyatakan akan membuka penerbangan langsung dari Beijing, Shanghai, dan Guangzhou ke Denpasar, Provinsi Bali, serta memperkuat promosi destinasi wisata populer di Indonesia di TikTok (Douyin versi internasional).

Laporan tersebut menyebutkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Sandiaga Uno mengatakan pada konferensi pers pada tanggal 24, “Kami tidak dapat menyangkal bahwa target kedatangan (jumlah orang) wisatawan mancanegara 2023 kami akan bergantung pada wisatawan Tiongkok. Ia juga menambahkan bahwa Lion Air Indonesia , Batik Air dan maskapai China sedang mempersiapkan penerbangan terjadwal antara China dan Bali.

Menurut laporan itu, sebelum wabah, wisatawan Tiongkok menyumbang seperlima dari total jumlah wisatawan asing yang diterima Bali. Tahun ini, target Indonesia adalah menerima total 255.300 wisatawan Tiongkok, yang hanya sebagian kecil dari 2,1 juta wisatawan Tiongkok yang diterima Indonesia pada 2019. Pemerintah Indonesia memperkirakan jumlah wisatawan China yang berkunjung ke Bali akan kembali ke tingkat pra-pandemi pada tahun 2025. Wakil Gubernur Bali Oka Sukawati mengatakan pada konferensi pers bahwa Bali telah membuka penerbangan langsung dengan 20 kota Cina di masa lalu, mencakup 15 maskapai penerbangan."Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan mereka semua kembali."

Menurut pemberitaan media sebelumnya, Kementerian Pariwisata Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bali mengadakan upacara pada pagi hari tanggal 22 bulan ini untuk menyambut penerbangan charter pertama turis China dari Shenzhen ke Bali pada tahun 2023. Dalam kegiatan penyambutan wisatawan China di Bandara Bali, pihak Indonesia menggelar pertunjukan tarian dan tarian tradisional daerah serta barongsai dengan ciri khas Imlek. Bandara menyajikan karangan bunga selamat datang dan memberikan suvenir kepada setiap pengunjung. Gubernur Coster Pulau Bali menyampaikan pidato pada upacara penyambutan hari itu, mengatakan bahwa Indonesia sangat mementingkan pasar China.China telah menjadi salah satu negara sumber wisatawan terbesar ke Pulau Bali selama bertahun-tahun, dan jumlah turis China mengunjungi Pulau Bali mencapai sekitar 1,4 juta orang pada puncaknya. Kembalinya wisatawan China pasti akan mendorong booming industri pariwisata di Bali. (mdr1)