Indonesia Bakal Pamerkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung ke Dunia di G20 Mendatang

Selama KTT G20 bulan November di Bali, Indonesia akan memamerkan pencapaian pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung ke dunia. Pada 16 Oktober, pemasangan box girder di seluruh jalur KA Jakarta-Bandung selesai, itu berarti bahwa saluran peletakan rel kereta api cepat dibuka sepenuhnya.

NUSADAILY.COM-JAKARTA- Selama KTT G20 bulan November di Bali, Indonesia akan memamerkan pencapaian pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung ke dunia. Pada 16 Oktober, pemasangan box girder di seluruh jalur KA Jakarta-Bandung selesai, itu berarti bahwa saluran peletakan rel kereta api cepat dibuka sepenuhnya.

Kereta api cepat Jakarta-Bandung merupakan proyek kerjasama antara China dan Indonesia di bawah inisiatif “Belt and Road” yang dibangun bersama oleh perusahaan dari kedua negara dan menghubungkan Jakarta, ibu kota Indonesia dengan Bandung.

BACA JUGA: Pakar Ekonomi: China Memainkan Peran Positif dalam Ekonomi...

Menurut kantor berita Antara Indonesia, kereta cepat Jakarta-Bandung membentang sepanjang 142,3 kilometer dan secara resmi mulai digunakan pada Juni 2023. Setelah selesai, itu akan menjadi kereta api berkecepatan tinggi pertama di Asia Tenggara.

Melansir new.qq.com, Zhang Jinke mengatakan, terowongan No. 2 merupakan terowongan dengan kondisi geologi paling kompleks dan konstruksi paling sulit di seluruh jalur kereta api cepat Jakarta-bandung. Maka dari itu, tim konstruksi mengumpulkan tenaga ahli dari China dan Indonesia untuk merumuskan rencana teknis penggalian dan perkuatan terowongan yang sangat ketat.

Menurut Asia Times Hong Kong, Presiden Indonesia Joko Widodo melakukan perjalanan ke Jepang dan China secara pribadi membandingkan dua sistem rel kecepatan tinggi dalam meghadapi tawaran dari perusahaan China dan Jepang untuk proyek tersebut.

BACA JUGA: MWC NU Kebomas Gelar Pawai dan Upacara Hari Santri Nasional 2022

Merangsang Pertumbuhan Ekonomi

Diharapkan setelah kereta api berkecepatan tinggi dibuka untuk lalu lintas, banyak industri akan diuntungkan, dan titik pertumbuhan ekonomi baru juga akan muncul di Jakarta dan Bandung. Peningkatantransportasi akan terus memperluas cakupan radiasi kawasan industri, menarik investor asing termasuk Perusahaan China untuk meningkatkan investasi, mebih merangsang lapangan kerja lokal dan pertumbuhan ekonomi. (mdr2)