Hukuman Dicabut, 19 Aktivis Iklim di Munich Dibebaskan dari Tahanan Polisi

Beberapa anggota kelompok aktivis iklim masing-masing meghabiskan 30 hari di penjara Stadelheim Munich. Kini polisi membebaskan mereka lebih awal.

Hukuman Dicabut, 19 Aktivis Iklim di Munich Dibebaskan dari Tahanan Polisi
aktivis iklim

NUSADAILY.COM – MUNICH – Beberapa anggota kelompok aktivis iklim masing-masing meghabiskan 30 hari di penjara Stadelheim Munich. Kini polisi membebaskan mereka lebih awal.

19 Aktivis iklim yang terlibat dalam aksi di Munich telah dibebaskan dari tahanan polisi lebih awal. Melansir Spiegel.de, beberapa aktivis iklim itu telah ditahan secara preventif oleh polisi Munich sejak awal November dan seharusnya hingga 2 Desember. Mereka seharusnya menghabiskan waktu di penjara selama 30 hari.

“Kami terus-menerus diminta untuk memeriksa kondisi penahanan,” ujar juru bicara markas polisi Munich yang membenarkan pelepasan aktivis iklim tersebut sebelum waktunya.

BACA JUGA : Pelajar yang Pukuli Nenek di Tapanuli Selatan Dijerat dengan Pidana Penganiayaan Ringan

“Itu mengarah pada fakta bahwa pada Jumat sore kami sampai pada kesimpulan bahwa kondisi penahanan tidak lagi terpenuhi. Tindak pidana lebih lanjut oleh mereka yanag ditahan tidak diharapkan, setidaknya untuk saat ini.”

Keputusan polisi untuk melepaskan mereka dibuat pada Jumat malam setelah kelompok tersebut mengumumkan bahwa mereka awalnya akan menahan diri dari tindakan lebih lanjut di Berlin dan Munich setelah blokade di bandara yang dikritik keras.

Kelompok aktivis iklim tersebut bertanggung jawab atas beberapa tindakan yang ada di ibu kota negara bagian Bavaria, oleh karena itu mereka harus ditahan oleh polisi.

Karena perintah pembebasan tidak dikeluarkan hingga Jumat malam setelah situasi dinilai kembali, 19 aktivis iklim termasuk enam wanita harus tinggal di penjara Stadelheim semalam setelah konsultasi dengan mereka yang terkena dampak.

BACA JUGA : Ngeri! Seorang Guru di Texas Didakwa Usai Sekap Anak hingga...

Pada Sabtu pagi, artinya semua aktivis iklim yang ditahan di Munich sudah bebas Kembali. “Ada beberapa orang yang ditahan lebih lama, ada juga yang hanya ditahan sebentar,” jelas juru bicara kepolisian.

Ada satu pria yang melakukan mogok makan, tetapi polisi mengatakan dia tidak dalam kondisi kritis. Dia dibebaskan lebih awal dengan yang lainnya. Laki-laki dan perempuan ingin menarik perhatian pada perusakan lingkungan dengan aksi di masyarakat.

Akibatnya, aksi-aksi tersebut menarik banyak perhatian di kota-kota lain di Jerman dalam beberapa pekan terakhir dan memicu perdebatan politik.(jrm3/lal)