Hmm.. Ternyata Banyak Koruptor Ditangkap KPK Merasa Lagi Apes

Johanis mengatakan pemikiran itu menandakan bahwa perilaku korupsi telah menjadi budaya. Dengan kata lain, korupsi merusak budaya bangsa hingga degradasi moral individu rakyat Indonesia. "Hal ini menandakan bahwa perilaku korupsi sudah mulai menjadi budaya oleh penduduk Indonesia termasuk oleh pelaku dunia usaha," ujar Johanis.

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan banyak pelaku rasuah yang menganggap dirinya sedang sial atau apes usai ditangkap.

Padahal, perilaku koruptif telah merugikan negara dan menyengsarakan rakyat.
 
"Banyak pelaku tindak pidana korupsi yang tertangkap oleh KPK, hanya dianggap sedang sial atau apes," kata Wakil Ketua KPK Johanis Tanak dalam diskusi 'Mewujudkan Dunia Antikorupsi Melalui Penanaman Nilai Integritas' di Kantor Gubernur Sulawesi Utara dikutip Sabtu, 19 November 2022.
 
Johanis mengatakan pemikiran itu menandakan bahwa perilaku korupsi telah menjadi budaya. Dengan kata lain, korupsi merusak budaya bangsa hingga degradasi moral individu rakyat Indonesia.

"Hal ini menandakan bahwa perilaku korupsi sudah mulai menjadi budaya oleh penduduk Indonesia termasuk oleh pelaku dunia usaha," ujar Johanis.
 
KPK, kata Johanis, menyadari bahwa upaya represif bukan solusi untuk pemberantasan korupsi. Lembaga Antikorupsi memiliki tiga strategi trisula untuk memberantas korupsi.
 
Ketiga trisula itu meliputi strategi pendidikan dengan harapan masyarakat tidak mau melakukan tindak pidana korupsi.

Kemudian, melalui strategi pencegahan dengan tujuan masyarakat tidak bisa korupsi. Lalu, melalui strategi penindakan dengan menangkap pelaku korupsi dengan tujuan untuk menimbulkan efek jera.
 
"Namun demikian, ketiga strategi tersebut tidak akan berjalan efektif dan berdaya guna jika tidak ada peran serta masyarakat, termasuk bapak ibu sebagai pelaku usaha," ucap Johanis.
 
KPK menyadari bahwa pemberantasan korupsi tidak bisa dilakukan sendirian. KPK butuh peran serta aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku dunia usaha.
 
"Oleh karena itu, KPK perlu menaruh perhatian di area tersebut. Dan dalam kegiatan pada hari ini, diharapkan terciptanya agen-agen perubahan, pelopor-pelopor antikorupsi," kata Johanis.(sir/han)