Warga Kota Mojokerto Dikejutkan Kobaran Api di Selokan, Dugaan Berasal dari SR PGN

  • Whatsapp
banner 468x60

MOJOKERTO – Warga dikejutkan dengan adanya kobaran api setinggi 1,5 meter di selokan yang berada di Jalan Surodinawan, Kota Mojokerto, Rabu, 25 November 2020 petang.

Baca Juga

Informasi yang didapat di lokasi kejadian ada dugaan kobaran api berasal dari pipa gas yang ditanam di dalam tanah. Sebab, aroma gas tercium penjual buah dari jarak 12 meter diseberang jalan raya tersebut.

Bahkan proses pemadaman sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB dengan air tak kunjung padam.

“Tau-tau tadi ada api dari dalam selokan, yang tau pertama kali security sekolah di depan (sembari menunjuk SMK Kesehatan). Sudah satu jam bapak itu nyiram dengan air, sempat mengecil apinya tapi setelah itu berkobar lagi,” aku Oman, yang cukup merasa khawatir lantaran api muncul begitu saja dari dalam selokan.

Pria berperawakan kurus ini menyebut, kemungkinan pipa gas yang di dalam bocor. Sebab, diwilayah ini sejumlah warga menggunakan gas pada Saluran Rumah (SR) terpasang yang dilakukan oleh PGN (Perusahaan Gas Negara).

“Aroma gasnya tercium soalnya, kayanya pipa gas bocor. Disinikan katanya memang ada yang pakai suplai gas ke warga lewat pipa yang ditanam,” ucapnya.

Sementara itu, wanita berusia (40) warga Wiringinrejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto tak mengetahui pasti adanya kemunculan kobaran api yang memiliki ketinggian konsisten tersebut.

“Memang tau-tau ada api aja berkobarbdari dalamnya itu, sudah usaha bapak-bapak itu madamkan pakai air tapi g padam-padam. Apinya ya segitu-segitu aja,” imbuh wanita yang enggan disebutkan namanya.

Beruntung kobaran api dari dalam selokan yang tepat berada di depan rumah warga dan bangunan sekolah swasta tersebut dipadamkan petugas pemadam kebakaran Kota Mojokerto sekitar pukul 17.10 WIB.

Gunakan Cairan Khusus untuk Padamkan Api

Komandan Regu Damkar Kota Mojokerto Suyitno, menjelaskan pihaknya harus menggunakan cairan khusus untuk memadamkan kobaran api tersebut.

“Tidak bisa dipadamkan dengan air biasa, karena bisa makin besar. Kita gunakan cairan khusus untuk bahan bakar minyak, yakni foam (busa). Sekitar 10 liter ini tadi,” ujarnya.

Hanya saja ia, dan sejumlah petugas Damkar lainnya masih menunggu petugas dari PGN untuk melakukan pengecekkan lokasi yang tiba-tiba menimbulkan api tersebut.

“Ini kan memang padam, cuman kalau ada percikan api atau pematiknya bisa muncul lagi. Jadi menunggu petugas PGN dulu datang, baru kami bisa tinggalkan,” tandasnya.

Sekedar informasi, Kota Mojokerto termasuk satu dari sembilan wilayah yang dijadikan lokasi pembangunan jaringan gas bumi (jargas) untuk rumah tangga oleh Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

Diketahui sejak tahun 2003 pemasangan jargas terus dilakukan. Tercatat ada 753 SR terpasang yang dilakukan oleh PGN (Perusahaan Gas Negara) dan pada saat itu masih berbayar senilai Rp 200 ribu per meternya dari tahun 2003 hingga 2016.

Sedangkan pada tahun 2017, terpasang 5.000 SR dari Ditjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM secara gratis.

Pemerintah Kota Mojpkerto menargetkan 15.542 sambungan rumah (SR) bisa terpasang menyeluruh di tahun 2021.(din/aka)

Post Terkait

banner 468x60