Warga Jember Gerebek Rumah Kos Kapolsek, Temukan Cewek Berdaster Merah Muda

  • Whatsapp
jember gerebek rumah kos kapolsek
Penghuni kos di Perumahan Jawa Asri Jember yang digerebek warga.
banner 468x60

JEMBER- Warga Perumahan Jawa Asri Jember gerebek rumah kos Kapolsek Bangsalsari. Rumah kos itu ada di Kelurahan/ Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Dalam penggerebekan warga menemukan cewek berdaster merah muda di kamar penghuni cowok.

Baca Juga

Penggerebekan karena warga perumahan Jawa Asri Jember ini, kesal dengan ulah para penghuni salah satu rumah kos. Sebab kerap kali membawa perempuan bukan pasangan resmi untuk menginap selama berhari-hari.

Tak pelak, warga Jawa Asri Jember kompak bergerak dengan melakukan penggerebekan tengah malam pada Minggu, 1 November 2020.

Hasilnya, didapati sebanyak empat laki-laki penghuni kos sedang bersama perempuan di dalam kamar kos di Jember. Selebihnya, hanya seorang penghuni yang sedang sendirian.

Kepada warga perumahan di Jember, mereka mengakui bukan pasangan yang terikat perkawinan resmi, tapi berdalih tempat kosnya bersifat bebas.

Insiden penggerebekan di Jember itu direkam dengan kamera ponsel sehingga, videonya menyebar luas di media sosial.

Kian ramai diperbincangkan lantaran rumah kos beralamat tepat di Jalan Jawa IV C tersebut milik AKP Putu Adi Kusuma. Ia perwira polisi aktif yang menjabat Kapolsek Bangsalsari Jember.

Putu sendiri mengakui peristiwa penggerebekan di perumahan Jember itu saat menanggapi konfirmasi para wartawan pada Senin, 2 November 2020.

Dia mendukung penuh sikap warga Jawa Asri Jember, karena rumah kosnya bukan bebas seperti yang diutarakan para penghuni saat digerebek warga.

BACA JUGA:

Putu merasa aturan yang diterapkannya hanya membolehkan penghuni kos menerima kedatangan orang lain sebagai tamu. Namun dilarang menginapkannya di perumahan Jawa Asri Jember itu.

“Sudah tertulis itu rumah kos cowok. Kalau ada yang bawa cewek, itu tanggung jawab pribadi masing-masing. Yang ngekos jangan mengadu domba saya dengan warga,” katanya soal kos di Jawa Asri Jember.

Kapolsek Dukung Langkah Warga Perumahan Jawa Asri Jember

Menurutnya, penghuni rumah kos Jawa Asri Jember terdiri dari mahasiswa dan pegawai swasta yang masih lajang. Setiap bulan membayar sewa Rp550 ribu per bulan.

Putu tidak keberatan apabila warga nantinya memutuskan penghuni kos Jawa Asri Jember diusir. Dengan alasan melanggar norma sosial, atau bahkan hukum sekalipun.

“Kalau warga minta dikeluarkan, ya saya keluarkan. Memang melanggar aturan. Saya bilang itu kos cowok gak ada bebas,” tegasnya soal aturan Jawa Asri Jember.

Sedangkan, Haris dari pihak warga Jawa Asri Jember bercerita bahwa penggerebekan di rumah kos tersebut terhitung sudah kedua kalinya.

Kelakuan penghuni kos Jawa Asri Jember yang terkesan ‘kumpul kebo’ bakal berdampak menimbulkan stigma negatif bagi lingkungan setempat.

Hari mengatakan, warga Jawa Asri Jember juga sangat meresahkan efek ke anak-anak sekitar apabila membiarkan terjadinya perilaku menyimpang dari penghuni kos.

“Kita ingin lingkungan bersih, gak ada yang begitu-begitu. Sudah kedua kalinya, tapi tetap saja masih nginapkan perempuan. Warga kan risih, sehingga sepakat melakukan penggerebekan,” ujar warga Jawa Asri Jember ini soal gerebek rumah kos Kapolsek.

Warga maupun pengurus RT/ RW Jawa Asri Jember sudah mengontak para orang tua penghuni kos dan meminta digelar pertemuan bersama malam ini.

Tujuannya, lanjut Haris agar mengetahui kejadian sebenarnya dan membuat keputusan final mengenai keberlanjutan penghuni kos Jawa Asri Jember.

Haris menambahkan, masih berusaha menghubungi Putu selaku pemilik kos di Jawa Asri Jember untuk turut dalam pertemuan.

“Sejauh ini belum ada saya lihat di group pemilik melakukan konfirmasi untuk bicara ke warga Jawa Asri Jember. Tadi malam saya telepon tidak diangkat,” pungkasnya.(sut/cak)

Post Terkait

banner 468x60