Soal Pernyataan Kepala BPIP, MIUMI Dukung Pihak yang Laporkan ke Polisi

  • Whatsapp
banner 468x60


NUSADAILY.COM – JAKARTA – Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mendukung pihak-pihak yang melaporkan Prof. Yudian Wahyudi kepada kepolisian untuk diproses secara hukum. Hal itu karena pernyataan Yudian telah memenuhi unsur-unsur pidana panistaan agama dan membahayakan ketahanan negara. 


Demikian dikatakan Ketua Umum MIUMI Dr. H. Hamid Fahmy Zarkasyi dalam pernyataan sikapnya di Jakarta, Rabu  (19/2/2020). 

Baca Juga


Dikatakannya, setelah memperhatikan, menelaah, dan mengkaji wawancara Prof. Yudian Wahyudi yang dimuat di detik.com pada hari Rabu tanggal 12 Februari 2020, pada wawancaranya tersebut Prof. Yudian Wahyudi menyatakan bahwa “musuh utama Pancasila adalah agama” dan memperhatikan juga respon masyarakat. “Maka kami harus bersikap,” ujarnya.


Menurut MIUMI, pernyataan yang disampaikan Prof. Yudian Wahyudi, terutama dalam posisinya sebagai Kepala BPIP, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Guru Besar Studi Islam, adalah pernyataan yang tidak bertanggung jawab  dan membahayakan, sebab, tidak sesuai dengan nilai historis dan filosofis Pancasila itu sendiri. 


Selain itu, pernyataan Yudian berpotensi memecah belah persatuan bangsa akibat mempertentangkan agama dan Pancasila dan dapat memberikan legitimasi kepada Kelompok ekstrimis, baik agama maupun sekuler, yang berpandangan Pancasila bertentangan dengan agama.


 “Merusak citra lembaga BPIP yang misinya adalah memperkuat ketahanan nasional,” ungkapnya.


Atas dasar itulah, katanya, MIUMI memohon kepada Bapak Presiden Joko Widodo untuk mempertimbangkan  kembali jabatan Prof. Yudian Wahyudi  sebagai kepala BPIP dan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 


“Semoga dapat menjadi tadzkiroh untuk yang bersangkutan dan kita semua,” pungkasnya.


Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Profesor Yudian Wahyudi sendiri kemudian meluruskan  soal hubungan Pancasila dan agama  yang menyulut kontroversi itu. Kini Yudian memberikan penjelasan bahwa dia tidak bermaksud mempertentangkan Pancasila dan agama.


“Yang saya maksud adalah bahwa Pancasila sebagai konsensus tertingi bangsa Indonesia harus kita jaga sebaik mungkin,” kata Yudian kepada detikcom, Rabu (12/2/2020).

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga ini menjelaskan Pancasila sendiri bersifat agamis. Nilai yang terkandung dalam tiap sila dengan mudah dapat ditemukan dalam kitab suci enam agama yang diakui Indonesia. Pancasila dan agama punya hubungan yang baik.


“Jadi hubungan antara Pancasila dan agama harus dikelola sebaik mungkin,” kata Yudian.


Pernyataan Yudian kepada tim Blak-blakan detikcom menuai pro dan kontra, utamanya karena Yudian mengatakan musuh terbesar Pancasila adalah agama.

Yudian meluruskan pernyataan ini. Maskudnya, musuh Pancasila adalah minoritas yang mengklaim dirinya sebagai mayoritas umat beragama.


“Namun, pada kenyataannya, Pancasila sering dihadap-hadapkan dengan agama oleh orang-orang tertentu yang memiliki pemahaman sempit dan ekstrem, padahal mereka itu minoritas (yang mengklaim mayoritas),” kata Yudian.


“Padahal Pancasila dan agama tidak bertentangan, bahkan saling mendukung,” kata Yudian.  (hud)

Post Terkait

banner 468x60