Satresknarkoba Polresta Malang Kota Sita Barang Bukti 6,5 Kg Ganja dan 703 Butir Pil Dobel L

  • Whatsapp
banner 468x60

Baca Juga

MALANG – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Malang Kota berhasil meringkus enam tersangka penyalahgunaan narkoba. Mereka diamankan polisi lantaran kedapatan menyimpan sejumlah barang bukti yang cukup besar. Di antaranya 6,5 kilogram ganja, 1,3 ons sabu, 524 butir inex dan 703 ribu butir pil dobel L.

“Ini merupakan penangkapan terbesar sepanjang sejarah saya memimpin disini,” terang Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata dalam rilis resmi yang digelar, Selasa (27/10).

Mantan Waka Polrestabes Surabaya tersebut menguraikan, kasus tersebut terungkap setelah polisi menangkap seorang kurir narkoba berinisial AE, 38 warga Bantaran, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

“Dari hasil penggeledahan dirumahnya, ditemukan sejumlah barang bukti ganja 2,5 kilogram, 524 pil inex, dan 703 ribu pil doubel L, dan sabu seberat 25,06 gram,” kata Leo.

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi melakukan pengembangan dengan menangkap tersangka lainnya yang berperan sebagai pemasok barang haram tersebut. Yakni AK, 35, MAP, 30 dan UA, 25 warga Jalan Simpang Akordion, Kecamaran Lowokwaru, Kota Malang pada 22 Oktober 2020. Selain itu, polisi juga menangkap FA, 34 warga Dau, Kabupaten Malang pada 23 Oktober 2020.

“Ketiga tersangka tersebut diketagui mendapat barang dari bandar berinisial EK dan LTF yang saat ini masih DPO,” papar dia.

Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui, LTF sebelumnya memiliki ganja seberat 100 kg. Barang tersebut dan kemudian dikirimkan kepada tersangka AK, MAP dan UA. Rinciannya, AE menerima empat kilogram, FA 30 kilogram, dan ADP sebanyak 10 kilogram dan dua ons sabu.

“Proses pengirimannya dengan dibungkus peti kayu dan diranjau disekitar kawasan Pasar Karangploso. Dari sekian jumlah itu, 47 kilogram berhasil disita polisi. Artinya, kata dia, selama ini sudah ada 53 kilogram ganja telah terdistribusi,” papar dia.

Sementara, sisa barang yang dikuasai AK, MAP dan UA juga sudah disebar ke beberapa orang dan masih tersisa 3,5 kg.

“Ini cukup menarik karena barang buktinya dari semua jenis narkoba” imbuh dia.

Kembangkan Kasus Tambah Tersangka

Tak berhenti sampai disitu, pihak kepolisian terus melakukan pengembangan kasus. Akhirnya, polisi menangkap ADS, 25 di Wajak, Kabupaten Malang pada 24 Oktober 2020. ADS diketagui merupakan kurir sabu yang mendapat barang dari tersangka AK, MAP dan UA dengan cara diranjau.

“Dari tangan ADS polisi mengumpulkan barang bukti berupa 4 klip sabu berukuran kecil, satu klip sabu berukuran sedang, satu kaleng biskuit ganja, 6 linting rokok berisi ganja dan sebuah hanphone,” papar dia.

Atas pengungkapan tersebut masing-masing tersangka dikenakan pasal yang berbeda sesuai dengan tingkat kejahatan. Untuk tersangka AE dikenai pasal 111 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 UU RI no 13 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 196 sub pasal 197 UU RI no 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman seumur hidup atau pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dengan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak 15 miliar.

Lalu untuk tersangka AK, MAP dan UA ketiganya dikenai pasal 111 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 12 tahun dan pidana denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar.

Kemudian tersangka FA dikenakan pasal 111 ayat 1 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun dan pidana denda minimal Rp 800 juta dan maksimal Rp 8 miliar.

Sementara itu, untuk tersangka ADS dikenakan pasal 112 ayat 2 UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup atau pidana minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dengan pidana denda minimal paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 12 miliar.(nda/aka)

Post Terkait

banner 468x60