Positif Corona, Aktivis Anti-Lockdown di Amerika Kini Tidak Berani Keluar Rumah

  • Whatsapp
Audrey Whitlock, salah satu pemimpin gerakan anti-lockdown di AS
banner 468x60

NUSADAILY.COMJAKARTA -Entah apa yang dirasakan oleh Audrey Whitlock, salah satu pemimpin gerakan anti-lockdown di AS. Karena dia yang getol menentang kebijakan lockdown kini malah terkena virus corona. Sehingga dia batal ikut demo yang dia rencanakan. Whitlock harus diam di rumah untuk proses karantina.

Padahal sebelumnya dia sangat garang saat turun di lapangan. Dia mampu menggerakkan 70 ribu aktivis anti lockdown di North Carolina untuk turun ke jalan menentang lockdown. Audrey menggunakan grup Facebook ReOpen NC untuk mengorganisir 70 demonstran tersebut.

Baca Juga

Whitlock menyampaikan langsung kondisinya di grup ReOpen NC pada Minggu (26/4). “Sebagai pasien COVID-19 positif yang asimptomatik (karantina berakhir 26/4), kekhawatiran lain yang saya miliki adalah pengobatan pasien COVID yang berhubungan dengan penyakit menular lainnya,” kata Whitlock dalam posting-an tersebut dilansir dari kumparan. “Aku terpaksa dikarantina di rumahku selama dua minggu.” Tambahnya.

Whitlock Positif Corona Sejak Tiga Minggu

Kondisi Whitlock telah dikonfirmasi oleh Ashley Smith, salah satu pencetus gerakan anti-lockdown ReOpen NC. Kepada CBS17, Smith menyebut bahwa Whitlock positif virus corona sejak tiga minggu lalu.

Smith menjelaskan, rekannya itu tertular virus corona pada Januari 2020. Whitlock kemudian menjalani pengujian antibodi pada April 2020. Menurut Smith, antibodi Whitlock menunjukkan hasil negatif, tetapi dia positif virus corona.

“Dia tidak pernah meninggalkan rumahnya selama karantina, jadi dia belum menghadiri rapat umum atau fungsi apa pun yang telah kita lakukan,” katanya, dikutip NBC News, Rabu (29/4).

Smith juga menyebut kondisi tersebut memaksa Whitlock tak ikut dua demonstrasi menolak lockdown yang dilakukan ReOpen NC. Sebab, kebijakan di AS mengharuskan pengidap COVID-19 untuk karantina mandiri.

Sang aktivis sempat berniat untuk tampil dalam demonstrasi anti-lockdown di North Carolina pada Selasa (28/4). Namun, hal tersebut urung dilakukan.

Seperti yang ditulis NBC News yang dirilis kumparan, setidaknya ada 200 orang yang menghadiri demonstrasi anti-lockdown di kota Raleigh, North Carolina, pada Selasa (28/4). Mereka menuntut gubernur North Carolina, Roy Cooper, untuk mencabut larangan keluar rumah yang telah diberlakukan sebulan terakhir. Hasilnya, empat orang demonstran ditangkap pihak kepolisian setempat. Salah satunya adalah Smith.

Sementara itu di AS  hingga Sabtu (2/5), ada lebih dari satu juta orang mengidap COVID-19. Dari jumlah tersebut 65.244 orang meninggal dunia dan 164.015 pasien sudah dinyatakan sembuh.(aka)

Post Terkait

banner 468x60