Parah! Oknum Dosen UINSA Pukul Wakil Direktur Pascasarjana

  • Whatsapp
Ahmad Nur Fuad, Wakil Direktur Pascasarjana UINSA. (foto: oka/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-SURABAYA- Ahmad Nur Fuad, Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, sedang dapat ujian. Dia dipukul salah satu oknum dosen, Senin, 10 Agustus

"
"

Baca Juga

"
"

Peristiwa bermula ketika pelaku berinisial S mendatangi ruangan korban, kira-kira pukul 09.00 WIB.

Pelaku mempertanyakan kebijakan yang diambil oleh korban tentang kegiatan untuk mahasiswa prodi pascasarjana yang mendapatkan beasiswa Kemenpora. Pelaku merasa tidak dilibatkan dalam program tersebut.

Setelah mendengar penjelasan korban, pelaku malah berdiri dan memukul kepala bagian kiri korban. Menurut keterangan korban, pelaku memukul lebih dari lima kali sambil mengeluarkan kata-kata tidak etis.

“Tiba-tiba memukul beberapa kali, lebih dari lima pukulan sama ngeluarin kata-kata tidak nyaman,” terangnya kepada Nusadaily.com, Selasa (11/10/2020).

Setelah melakukan aksi pemukulan itu, korban mengajak pelaku menemui Direktur Pascasarjana, Aswadi, untuk meminta keterangan jelas tentang program yang menjadi polemik bagi keduanya. Namun, pelaku masih marah dan akhirnya meninggalkan ruangan.

Akhirnya, korban melaporkan kepada Polda Jatim tentang perkara ini. Namun, pihak polda menginginkan agar polemik yang terjadi diselesaikan di internal kampus.

Rektor belum putuskan beri sanksi

Korban melakukan pertemuan dengan rektor dan senat pada hari Selasa, 11 Agustus, kira-kira pukul 10.00 WIB pagi.

Hasilnya, pihak rektorat belum memutuskan tentang sanksi yang akan diberikan kepada pelaku.

Hanya saja, pihak rektorat memberikan kebebasan kepada korban untuk memproses secara hukum.

“Belum ada ketetapan. Baru mendengarkan informasi dan mendukung serta mengizinkan kepada saya kalau memang diproses secara hukum”, kata Wakil Direktur Pascasarjana ini.

Nusadaily.com mengkonfirmasi kepada pelaku yang berinisial S di rumahnya. Pelaku hanya mengatakan bahwa peristiwa ini tidak terlalu penting untuk diurus, karena ia menganggap bahwa peristiwa ini seperti benturan antara cangkir dan gelas. “Cangkir benturan dengan gelas kol diurus, gak pantes Mas,” kata pelaku.

Kejadian ini dibenarkan oleh pihak rektorat melalui Wakil Rektor II, Abu Azam Al Hadi.  Ia mengakui bahwa kedua belah pihak, baik pelaku dan korban, sudah dipanggil oleh rektor. “Mereka berdua sudah dipanggil oleh rektor,” ujar Abu Azam.

Ia mengaku hasil musyawarah rektorat masih bersifat rahasia dan belum bisa dipublikasikan ke khalayak ramai.  “Kami belum bisa memberikan informasi tentang hasil musyawarah tadi, karena masih bersifat rahasia”, katanya.

Korban menurut rencana nantinya akan melaporkan perkara ini ke Polrestabes Surabaya.(oka/aka)

Post Terkait

banner 468x60