Kamis, Desember 9, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaHeadlineOrmas Islam se-Surabaya Tuntut Boikot Produk Prancis

Ormas Islam se-Surabaya Tuntut Boikot Produk Prancis

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

SURABAYA – Ormas Islam se-Surabaya menggelar aksi unjuk rasa di depan Perwakilan Khusus Konsulat Perancis. Sekitar 300 orang ormas Islam se-Surabaya berkumpul sekitar pukul 12.30, dan berorasi menyampaikan tuntutan mereka. Senin 2/11/2020.

Ormas Islam Jatim menyampaikan bahwa mayoritas umat Islam telah memberikan kritik dan tuntutan terhadap Presiden Emmanuel Macron, untuk meminta maaf dan bertanggung jawab atas tindakannya. Namun, hingga kini Presiden Emmanuel tidak menggubris berbagai kritik, saran dan imbauan umat lslam di seluruh dunia.

Mereka sepakat bahwa setelah menimbang dan mencermati tindakan atau ucapan Presiden
Prancis Emmanuel Macron yang dinilai telah melakukan penghinaan terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ormas Islam se-Surabaya menyatakan bahwa hal tersebut akan memicu kemarahan Umat Islam dan akan berdampak pada stabilitas global. Karena tindakan atau ucapan yang di sampaikan oleh Presiden Emmanuel adalah penghinaan terhadap Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam bukanlah ekspresi kebebasan berpendapat.

Devi Kurniawan sebagai koordinator menyampaikan tuntutan umat Islam.

“Kami akan melakukan gerakan untuk memboikot seluruh produk yang berasal dari Prancis sebagai bentuk protes atas tindakan dan ucapan yang telah dilakukan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron karena telah melakukan penghinaan terhadap Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam,” tegasnya.

Para demonstran juga mendukung sikap Pemerintah Republik Indonesia dan Presiden Ir. Joko Widodo yang telah memberikan teguran dan peringatan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron agar menarik tindakan dan ucapannya yang telah menghina Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam serta menyampaikan permohonan maaf.

Ormas Islam Desak RI Putus Hubungan

Dalam hal ini Ormas Islam se-Indonesia juga mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan menarik Duta Besar Republik Indonesia di Prancis untuk sementara waktu hingga Presiden Prancis menarik tindakan dan ucapannya yang menghina Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam.

Mereka juga mendesak kepada mahkamah Uni Eropa untuk memberikan peringatan dan sanksi tegas kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Serta turut mendukung sikap negara yang tergabung dalam Organisasi Konperensi Islam (OKI) yang telah memberikan peringatan dan seruan untuk memboikot semua produk yang berasal dari Prancis.

Disela orasi mereka juga menyampaikan bahwa umat Islam merupakan umat yang sangat mencintai perdamaian dan persaudaraan.

Akan tetapi jika terdapat pihak yang melukai umat Islam dengan melakukan penghinaan terhadap Rasulullah Muhammad Shallalahu alaihi Wasallam, maka kami akan menutut dengan cara yang bijak dan beradab.

Umat Islam mengimbau kepada seluruh pihak, agar kejadian berupa penghinaan terhadap
Rasulullah ini tidak terulang lagi. Karena kita sebagai manusia sudah seharusnya saling menghargai dan tidak memicu kebencian.

Terutama dalam menghadapi pandemic COVID-19, dunia membutuhkan persatuan dan kerjasama bukan permusuhan dan kebencian.(ric/aka)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily