Malapetaka Corona Bikin Batal Ajang Internasional JFC 2020

  • Whatsapp
Kenangan JFC 2019 dengan bintang tamu Cinta Laura. (nusadaily.com/Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) benar-benar terasa serius dampaknya. Bukan hanya pada kesehatan, sosial ekonomi, tapi juga berimbas ke bidang lainnya.

Buktinya, gara-gara pandemi corona, event berskala internasional yakni Jember Fashion Carnaval (JFC) urung digelar khusus di tahun 2020.

Baca Juga

“Sangat beresiko kalau kita paksakan. Karena persiapan peserta untuk me-recovery kan butuh waktu,” terang David K. Susilo, Direktur Development Program JFC dalam keterangannya kepada wartawan, Senin 6 April 2020.

Sedianya tahun ini JFC digelar untuk yang ke-19 kalinya. Namun, kondisi wabah corona memaksa event yang digagas mendiang desainer kenamaan Dynand Fariz itu batal terlaksana.

David menyampaikan, sedang dirancang persiapan pagelaran JFC mundur hingga bulan Juni atau Agustus tahun 2021 mendatang.

“Sebenarnya persiapan sudah kita lakukan sejak November 2019. Cuma dengan peristiwa seperti ini ada aktivitas yang tidak mungkin bisa kita paksakan,” ujar pria yang juga dosen IKIP PGRI Jember ini.

Kendatipun wabah corona mereda bulan depan, manajemen JFC tetap menunda pelaksanaannya. Sebab, untuk menggelar JFC dibutuhkan proses persiapan yang panjang.

David menyebut persiapan bisa memakan waktu setidaknya 6 bulan lamanya. Mulai dari rekrutmen dan pelatihan 1.100 orang peserta, hingga sekitar 1.000 orang yang menyokong event.

Disamping itu, masih dibutuhkan sarana prasarana, sosialisasi, dan detail pelaksanaan sampai tingkat pengamanan acara JFC yang rata-rata tiap tahunnya disaksikan langsung oleh sekitar 200 ribu pasang mata.

Hambatan paling utama kali ini diakui David adalah pada tataran peserta. Ditengah wabah corona sudah dipastikan tidak mungkin dilakukan persiapan.

“Sebagian besar peserta kita kan mahasiswa dan pelajar. Mereka saat ini sedang study from home. Kalaupun nanti mereda, tentu butuh waktu lagi, untuk recovery mereka,” urainya.

Penundaan JFC 2020, diperkirakan oleh Sekretaris Jenderal Asosiasi Karnaval Indonesia itu juga berefek silang terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Jember maupun daerah sekitarnya.

Tentu tidak terjadi lagi hal-hal seperti saat JFC digelar seperti hunian hotel yang penuh, tingginya okupansi pesawat terbang, dan melonjaknya pesanan souvernir khas daerah Tapal Kuda.

“Masih kita pikirkan kedepan. Pariwisata ini kan bangkitnya pelan. Berbeda dengan sektor riil,” tutur David. (sut)

Post Terkait

banner 468x60