Jumat, Mei 27, 2022
BerandaHeadlineHakim PN Surabaya Emoh Saat Ditetapkan Jadi Tersangka oleh KPK

Hakim PN Surabaya Emoh Saat Ditetapkan Jadi Tersangka oleh KPK

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gelar perkara terkait hasil hasil operasi tangkap tangan terhadap hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat (IIH) dan panitera pengganti Hamdan (HD) , pada Kamis (20/1/2022) malam.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Hakim Itong Isnaeni Hidayat yang membelakangi narasumber paling kanan dan memakai baju batik coklat serta mengenakan rompi orange, tampak resah dan gelisah saat KPK hendak mengumumkan namanya menjadi tersangka kasus suap pada perkara pembubaran PT Soyu Giri Primedika (PT. SGP).

Terlihat di kamera beberapa kali Itong Isnaeni Hidayat menoleh dan bergerak seakan-akan gelisah.

Setelah diumumkan nama tersangka dan dibeberkan konstruksi perkara oleh Komisioner KPK, Itong Isnaeni Hidayat mengelak dan berteriak mengatakan bahwa semua yang diungkapkan tersebut tidak benar.

“Maaf ini tidak benar, saya tidak pernah menjajikan apapun,” celetuk Itong dengan mengangkat tangannya yang diborgol.

Hakim Itong Sebut Semua Omong Kosong

Kemudian, Itong mengatakannya lagi dengan lantang bahwa semuanya omong kosong. “Ini omong kosong!” ucapnya.

Saat bersamaan dua pertugas, satu di samping Itong Isnaeni Hidayat dan satu lagi mendatanginya untuk mencoba menenangkannya untuk tidak berbuat gaduh dan membalikkan badannya kembali.

Kemudian, Komisioner KPK tetap melanjutkan hasil poin-poin kegiatan OTT tersebut dan mengatakan bahwa ia juga merasa sedih bahwa sebelumnya ia pernah menjadi bagian dalam lingkup Mahkamah Agung (MA). Ia pun mengatakan, dari segala daya upaya ikhtiar yang dilakukan oleh MA dan segala pencapaian yang diperoleh untuk mewujudkan visi peradilan yang agung, harus dirusak dengan perbuatan seperti ini.

“semoga kejadian ini tidak membuat warga MA kehilangan semangat untuk terus membangkitan integritas dan progesionalisme dalam mewujudkan peradilan yang agung,”

ia juga menegaskan, seharusnya aparat penegak hukum semestinya menjadi pilar utama dalam menyangga supermasi hukum pemberantasan korupsi dan menjadi contoh serta menjadi warga megara yang taat hukum dan tidak melakukan tidnak pidana korupsi.

Terkahir, Jubir KPK menunjukkan barang bukti yang sudah diamankan yakni berupa uang sebesar Rp. 140 Juta yang diduga uang tersebut digunakan sebagai “uang pelicin” dalam pengurusan perkara pembubaran PT. SGP.(als/aka)

BERITA KHUSUS

BERITA TERBARU

Asyik Main Air Banjir, Bocah di Gresik Digigit Ular

NUSADAILY.COM – GRESIK  -  Ini peringatan bagi para orang tua agar menjaga anaknya saat bermain air. Karena ada kejadian saat sedang asyik bermain air...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily