Chatting Mesra di Facebook dengan Istri Orang Berujung Pembunuhan

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SURABAYA- Melihat sosok perempuan cantik di facebook, jangan tergoda. Belum tentu dia itu lajang atau jomblo. Apalagi chating mesra.

Baca Juga

Jika tidak hati – hati maka akan berakibat fatal, berujung kematian. Seperti yang dialami AK (28) warga Dusun Terongdowo, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, Pasuruan, awal September 2020 lalu.

Pemuda baru menikah yang dikenal pendiam dan tidak pernah memiliki musuh ini justru tewas di tangan dua pria kalap yang dibakar api cemburu.

Kasus ini, diungkap Tim Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, baik pelaku dan motifnya.

Bahkan Polisi berani menyatakan kasus itu adalah sebuah perencanaan pembunuhan. Mengingat korban terlebih dahulu diajak ‘kopi darat’ alias ketemu fisik dengan si perempuan yang tak lain istri dari pelaku.

Suami Istri Sekongkol Rencanakan Pembunuhan

Perempuan itu adalah Siti Khusnul Khotimah (25) yang tinggal di Dusun Klabangan, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Sementara suami Siti Khusnul Khotimah bernama Kholis Bigi alias Paimo (36). Untuk menghabisi nyawa AR (korban), Kholis Bigi alias Paimo, mengajak Muslik alias Codet (34) rekannya satu desa.

Sore itu, korban yang bekerja di pabrik rokok ini dikira pergi hendak bekerja. Berangkat sore pukul 15.00 WIB.

Pada hari Kamis (3/9/2020) itu ternyata hari terakhir dia menghirup napas. Korban tak tahu akan dihabisi suami, dari perempuan kenalannya di facebook itu.

Dia menggeber Honda Vario warna putih menuju titik pertemuan. Tak jauh dari domisilinya di Hutan Kesiman, Trawas, Mojokerto.

Sebelumnya, siasat perangkap dirancang pelaku yang sudah kalap dan emosi dibakar api cemburu itu.

Pelaku berhasil menginterogasi istrinya, dan memaksa agar chating janjian dengan korban.

Siti Khusnul Khotimah dipaksa bikin janji agar korban mau menemuinya. Pesan janjian dikirim. Cling…! Langsung diterima korban.

Korban pun bergegas mengiyakan. Dia pun menentukan titik pertemuan di jalan ke lokasi wisata Trawas. Yakni Jalan dekat hutan Desa Kesiman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Di lokasi inilah, anak dari Rokhim (62) warga Dusun Mendalan, Desa Sukoreno, Prigen, Pasuruan ini dihabisi.

Korban yang menunggu kehadiran pujaan hati via facebook itu tak bisa berkutik ketika dua pria menghajar dan meninjunya.

Tak hanya itu, pelaku Kholis Bigi, juga sudah membawa sebilah pedang dari rumah. Tubuh korban tercabik 7 sabetan pedang. Hingga jatuh ke tanah mandi darah.

Sebelumnya, korban jadi bulan – bulanan. Digebuki di pinggir jalan, tanpa ampun. Sebelum kabur, pelaku menyabetkan pedang tujuh kali ke tubuh, tangan, kaki, leher dan kepala korban.

Pembunuhan Sempat Dilihat Sopir Truk

Kejadian itu sempat disaksikan sopir truk dari jauh, yang kebetulan akan melintas di jalan daerah tersebut. Belakangan saksi itu bernama Sarif Yasin (26).

Sopir truk ini pulalah yang menemukan tubuh korban tergeletak kali pertama usai dihajar dua pria, sekira pukul 19.30 WIB.

Saksi Sarif, juga melihat dua orang pelaku tersebut kabur membiarkan tubuh korban mandi darah tak bergerak. Keduanya melarikan motor matic. Milik korban dan milik pelaku sendiri.

Usai pelaku kabur, saksi menghubungi petugas dan tak selang beberapa waktu banyak warga dan petugas datang mengevakuasi tubuh korban yang meninggal di lokasi.

Jajaran Polres Pasuruan bekerja sama dengan Polres Mojokerto, melakukan penyelidikan. Bahkan tim Jatanras Direskrimum Polda Jatim juga terlibat pelacakan.

Dua pekan kurang kasus ini dibongkar. Pada tanggal 14 September 2020, pelaku dicokok. Motifnya cemburu.

Di penyelidikan awal kasus ini terkesan perampokan biasa. Dari lokasi tempat kejadian perkara (TKP), motor korban Honda Vario, warna putih raib.

Dari situlah dilakukan pelacakan. Polisi bisa mengurai kasus itu dan menemukan motor korban.

Penyidikan pun berlangsung. Motif cemburu ditemukan. Bahkan polisi menjeratnya dengan pasal 340 KUHP pembunuhan berencana.

Sebelum ditangkap, pelaku sempat kabur melarikan diri ke Banyuwangi. Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunojudo, pelaku Kholis Bigi dan istrinya, Siti Khusnul Khotimah, diduga bersekongkol mengajak agar korban mau keluar rumah.

“Mengetahui korban datang seorang diri, Kholis menyabetkan pedang yang dibawanya dari rumah. Hingga menyebabkan 7 luka dan mengakibatkan korban meninggal dunia,” tandas Trunoyudo Selasa (22/9/2020).

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya para pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

Tragedi terbunuhnya AR cukup membikin tetangga dan publik terperanjat. Faktanya, gegara HP, facebook dan chatting mesra membuat nyawa melayang sia – sia.

Polda Jatim telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan ini, Kholis Bigi, Siti Khusnul Khotimah, dan Muslik.

Penetapan ketiganya menjadi tersangka berdasarkan keterangan para saksi yang sudah diperiksa. Dan didukung alat bukti yakni sebuah HP, motor Honda Vario, dan sebilah sajam jenis berang milik pelaku.

Sementara itu, S, Y, dan D, yang sempat diamankan Jatanras Polda Jatim, hanya berstatus saksi.

Mereka sudah dipulangkan ke rumah masing-masing setelah sempat diperiksa di Mapolda.(ima/aka)

Post Terkait

banner 468x60