Minggu, Mei 29, 2022
BerandaHeadlineBayi Diduga Tertukar di Rumah Sakit dr Moh Anwar Sumenep, Direktur RSUD...

Bayi Diduga Tertukar di Rumah Sakit dr Moh Anwar Sumenep, Direktur RSUD Menyangkal

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

SUMENEP – Bayi perempuan diduga tertukar di RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Madura Jawa Timur. Bayi mungil dari pasangan Subroto (27) dan Norma Ningsih (25) warga Desa Nyabakan Barat Kecamatan Batang-Batang, Sumenep.

Bayi cantik tersebut dilahirkan pada hari Jumat 13 November 2020 di rumah sakit secara normal. Kemudian, diketahui bayi tersebut diduga tertukar pada hari Minggu 15 November 2020 saat ibu sang bayi akan memberikan ASI kepada putri cantiknya. Pada saat itu terdapat kejanggalan dari postur anaknya yang sudah mulai berubah.

Subroto, ayah dari bayi tersebut merinci bahwa awal anaknya tersebut lahir berjenis kelamin perempuan tak memiliki rambut alias gundul. Dari situlah kecurigaan pihak keluarga muncul.

Akhirnya, Subroto bersama pihak keluarga mencoba mengkonfirmasi kepada pihak rumah sakit. Akan tetapi, dirinya mengaku bahwa pihak rumah sakit seolah tidak mau tahu atas insiden yang menimpa pasangan muda tersebut.

Kepala Bayi Berbeda dari yang Awal

“Awalnya kami menanyakan kepada pihak rumah sakit, kenapa bayi kami berbeda dari yang awal. Cuma pihak rumah sakit mengatakan jika tidak ada yang tertukar. Pihak rumah sakit mengatakan bahwa gelang khusus untuk bayi yang lahir tidak lepas,” jelas Subroto kepada sejumlah media, saat dikonfirmasi di Mapolres Sumenep, Senin 16 November 2020.

Oleh sebab itu, dirinya bersama pihak keluarga mendatangi ke Polres Sumenep, Senin Sekira pukul 15.00 WIB. Menurutnya, pihak RSUD serasa bungkam dan tidak mengakui atas dugaan anaknya yang tertukar dan pihaknya merasa kecewa dengan pelayanan RSUD dr. Moh. Anwar.

“Kami lengkap buktinya. Anak kami yang awal baru lahir, dan yang kedua anak yang sudah berubah postur tubuhnya. Insting istri saya sangat kuat melihat postur anak saya,” terangnya.

Akan tetapi, pihaknya menegaskan jika tidak ada tindakan tegas dari pihak kepolisian, maka pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut.

“Jadi, pihak Polres tadi menyarankan kepada kami, kami suruh ketemu dengan direktur RSUD,” jelasnya.

Sementara, Direktur Rumah Sakit RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati menyangkal adanya bayi tertukar di rumah sakit yang pimpinnya tersebut.

“Tidak ada. Saya dapat laporan dari petugas tidak ada. Saya serahkan kepada keluarga, kalau keluarga tidak ngapa-ngapain ya sudah ,” katanya saat dikonfirmasi sejumlah media di Mapolres Sumenep. (nam/aka)

BERITA KHUSUS

Logo dan Maskot MTQ XXX Jatim 2023 Segera Rilis, Gus Ipul Apresiasi Karya Para Desainer

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bakal segera memperkenalkan logo dan maskot ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an ke XXX Jawa Timur tahun 2023...

BERITA TERBARU

Waspada! Virus Hendra Berpotensi Jadi Pandemi, Ini Gejala dan Penularannya

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Virus Hendra disebut berpotensi menjadi pandemi di masa mendatang. Ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menilai potensinya sama...
@nusadaily.com Ning Ita Dampingi Anak Penderita Thalasemia jalani Transfusi Darah #tiktokberita ♬ original sound - Nusa Daily

SUMENEP - Bayi perempuan diduga tertukar di RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Madura Jawa Timur. Bayi mungil dari pasangan Subroto (27) dan Norma Ningsih (25) warga Desa Nyabakan Barat Kecamatan Batang-Batang, Sumenep.

Bayi cantik tersebut dilahirkan pada hari Jumat 13 November 2020 di rumah sakit secara normal. Kemudian, diketahui bayi tersebut diduga tertukar pada hari Minggu 15 November 2020 saat ibu sang bayi akan memberikan ASI kepada putri cantiknya. Pada saat itu terdapat kejanggalan dari postur anaknya yang sudah mulai berubah.

Subroto, ayah dari bayi tersebut merinci bahwa awal anaknya tersebut lahir berjenis kelamin perempuan tak memiliki rambut alias gundul. Dari situlah kecurigaan pihak keluarga muncul.

Akhirnya, Subroto bersama pihak keluarga mencoba mengkonfirmasi kepada pihak rumah sakit. Akan tetapi, dirinya mengaku bahwa pihak rumah sakit seolah tidak mau tahu atas insiden yang menimpa pasangan muda tersebut.

Kepala Bayi Berbeda dari yang Awal

"Awalnya kami menanyakan kepada pihak rumah sakit, kenapa bayi kami berbeda dari yang awal. Cuma pihak rumah sakit mengatakan jika tidak ada yang tertukar. Pihak rumah sakit mengatakan bahwa gelang khusus untuk bayi yang lahir tidak lepas," jelas Subroto kepada sejumlah media, saat dikonfirmasi di Mapolres Sumenep, Senin 16 November 2020.

Oleh sebab itu, dirinya bersama pihak keluarga mendatangi ke Polres Sumenep, Senin Sekira pukul 15.00 WIB. Menurutnya, pihak RSUD serasa bungkam dan tidak mengakui atas dugaan anaknya yang tertukar dan pihaknya merasa kecewa dengan pelayanan RSUD dr. Moh. Anwar.

"Kami lengkap buktinya. Anak kami yang awal baru lahir, dan yang kedua anak yang sudah berubah postur tubuhnya. Insting istri saya sangat kuat melihat postur anak saya," terangnya.

Akan tetapi, pihaknya menegaskan jika tidak ada tindakan tegas dari pihak kepolisian, maka pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut.

"Jadi, pihak Polres tadi menyarankan kepada kami, kami suruh ketemu dengan direktur RSUD," jelasnya.

Sementara, Direktur Rumah Sakit RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati menyangkal adanya bayi tertukar di rumah sakit yang pimpinnya tersebut.

"Tidak ada. Saya dapat laporan dari petugas tidak ada. Saya serahkan kepada keluarga, kalau keluarga tidak ngapa-ngapain ya sudah ," katanya saat dikonfirmasi sejumlah media di Mapolres Sumenep. (nam/aka)