Ahli Buaya dari Australia Tertantang Tangkap Buaya Berkalung Ban

  • Whatsapp
buaya
Buaya liar yang lehernya terlilit ban bekas terlihat di Sungai Palu, Sulawesi Tengah, pada 15 Januari 2020. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/pras.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-PALU – Dua ahli buaya asal Australia, Matthew Nicolas Wright dan Chris Wilson bakal membantu menangkap buaya muara berkalung ban di Palu Sulawesi Tengah.

Keduanya akan datang ke Indonesia dan terjun ke lapangan setelah mendapatkan izin dari Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan ( KLHK).

Baca Juga

Kedatangan keduanya tersebut sesuai surat Direktur Keanekaragaman Hayati, Nomor S110/KKH/MJ/KSA.2/02/2020. tanggal 10 Februari 2020.

”Memang benar adanya bahwa setelah berkonsultasi dengan Direktur KKH, Kementerian LHK maka mereka diperkenankan segera bergabung dengan tim yang sudah terbentuk,” kata Haruna, ketua tim satgas penyelamatan buaya berkalung ban di Palu, Senin 10 Februari 2020.

Dua ahli buaya ini akan segera bergabung dengan tim satgas penyelamatan buaya yang dibentuk oleh Kementerian LHK. Tim satgas sendiri terdiri dari Pihak BKSDA Sulteng, BKSDA NTT dan Polair Polda Sulteng.

Untuk saat ini, tim satgas tersebut sedang mempersiapkan kembali peralatan. Termasuk strategi bersama dua ahli buaya asal Australia. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan waktu guna segera melakukan penanganan terhadap buaya berkalung ban.

”Terkait perkembangan yang ada saat ini Tim Satgas sedang mempersiapkan kembali peralatan serta strategi,” jelasnya.

Proses penyelamatan terhadap hewan reptil yang terjerat ban bekas ini sudah dilakukan oleh tim Satgas beberapa hari terakhir. Namun hingga saat ini belum membuahkan hasil.

Hewan reptil tersebut berpindah-pindah tempat. Ribuan masyarakat Kota Palu yang menyaksikan secara langsung proses evakuasi juga menjadi kendala tim Satgas.

”Terkait waktu operasi saat ini tim belum menentukan sampai kapan operasi akan berlangsung, dan kemungkinan diputuskan setelah dua ahli itu tiba dari Jakarta untuk bergabung bersama tim satuan tugas,” kata Haruna seperti dilansir Antara.

Sebelumnya BBKSD menggelar sayembara bagi yang bisa menangkap dan melepas buaya berkalung ban itu. Namun sayembara ditutup karena tak ada yang berani mendaftar. (yos)

Post Terkait

banner 468x60