Hasil Buruk Singapore dan Indonesia, PBSI Evaluasi Jelang Olimpiade Paris

Jun 9, 2024 - 10:42
Hasil Buruk Singapore dan Indonesia,  PBSI Evaluasi Jelang Olimpiade Paris
Manager Tim Ad Hoc PBSI Armand Darmadji saat Konferensi pers. (tengah) Foto : PBSI

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Hasil buruk yang didapat pemain bulutangkis Indonesia di ajang Singapura Open dan Indonesia Open menjadi perhatian otoritas bulutangkis Indonesia (PBSI). Manager Tim Ad Hoc PBSI Armand Darmadji akan segera mengevaluasi performa para atlet dari dua ajang tersebut.

 

Hal ini diungkap dalam konferensi persnya di Media Center PBSI Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Sabtu (8/6/2024). Disebutkan, jika dua turnamen yang sedang dilakoni oleh para atlet merupakan bagian dari mengejar  posisi unggulan untuk Olimpiade Paris 2024.

 

"Memang kami kaji dari Singapore Open dan Indonesia Open ini, kami mau melihat hasil mereka apa. Jadi dari hasil intens selama sebelum  Singapore Open kita terus melakukan persiapan maksimal untuk para atlet. Kita mau tahu seperti apa mereka bermain dengan kondisi lebih lepas," ucap Armand.

 

Ia juga tidak memungkiri adanya berbagai problem yang ada di Singapura maupun di Indonesia Open 2024. Oleh karenanya, pihaknya akan segera membenahi apa yang memjadi kendala selama satu bukan kedepan.

 

Menurut Armamd, aspek non teknis tentunya juga dapat mempengaruhi hasil buruk di Indonesia Open 2024 . Dia menilai psikis sangat berpengaruh pada saat pihaknya memberikan kebijakan tarik ulur terhadap pemain.

 

"Psikis berpengaruh, memang mereka selama ini kita yang maintain, kita tuntun, agak kita rem, terus kita kendorin, ternyata ada efek di faktor psikologi mereka yang tetap harus kita cover untuk didampingi terus itu yang terjadi," jelasnya.

 

Contohnya, kata Armand, tunggal putra Jonatan Christie memiliki motivasi mendapatkan peluang untuk melaju tanpa bertanding di fase grup saat Olimpiade mendatang. Menurutnya itu akan mempermudah Jonatan untuk melangkah ke babak perempat final Olimpiade Paris 2024.

.

Justru sebaliknya, hal itu menjadi tekanan yang dapat mengganggu penampilan Jonatan di hadapan publiknya sendiri. Jelas itu sangat menganggu sekali terhadap performa atlet itu sendiri.

 

"Itu misi yang menganggu di hati Jojo, yang seharusnya bisa tampil dengan baik, jadi malah tertekan balik ke dirinya sendiri,itu yang terjadi. Kami sudah catat semua, kami sudah rapatkan internal dengan tim Adhoc guna memperbaiki itu semua," beber Armand.

 

Ditambahkan, jika tim Adhoc bersama Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Ricky Soebagja segera melakukan rapat internal. Guna mengevaluasi menyeluruh bersama dengan pihak pihak yang terkait.

 

"Kami sudah rapat internal, sudah ada suatu perintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan tentunya kami akan kami rapatkan dengan seluruh pelatih," tukasnya. (sir/wan)