Harga Sudah Naik Jadi Rp 10.000/Liter, Beli Pertalite Masih Dibatasi?

Pemerintah berencana mengatur pembelian Pertalite atau BBM RON 90 melalui revisi Peraturan Presiden (Perpres) 191 Tahun 2014. Langkah itu dilakukan agar subsidi yang disalurkan menjadi lebih tepat sasaran.

Harga Sudah Naik Jadi Rp 10.000/Liter, Beli Pertalite Masih Dibatasi?
Ilustrasi Pertalite

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Pemerintah berencana mengatur pembelian Pertalite atau BBM RON 90 melalui revisi Peraturan Presiden (Perpres) 191 Tahun 2014. Langkah itu dilakukan agar subsidi yang disalurkan menjadi lebih tepat sasaran.

Namun, revisi Perpres yang berisi kriteria yang boleh membeli Pertalite belum keluar hingga saat ini. Sementara, pemerintah justru lebih dulu mengerek harga Pertalite menjadi Rp 10.000/liter.

Lalu, bagaimana progres revisi Perpres ini?

BACA JUGA: Pemkab Situbondo Gelontor Rp4,3 Miliar untuk Bansos BBM


Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman menjelaskan, secara substansi yang ia ketahui belum ada perubahan terhadap materi draft Perpres yang diusulkan. Namun, ia belum bisa memastikan kapan Perpres itu akan terbit.

Yang pasti, dia mengatakan, pemerintah akan mempertimbangkan banyak hal.

"Kalau saya berpandangan begini, kan pemerintah pasti mempertimbangkan semua hal dan kita lihat dari data yang disampaikan sebetulnya capaian MyPertamina masih sangat kecil," jelasnya dalam acara 'Pengaturan BBM Subsidi untuk Keadilan Masyarakat, Sudah Tepatkah?', dikutip dari detikcom Kamis (13/10/2022).

BACA JUGA: Hasil Pengujian Lab Pertalite Usai Disebut Boros Setelah Naik Harga


Dia mengatakan, saat ini pihaknya bersama PT Pertamina (Persero) terus berupaya agar kendaraan yang terdaftar di MyPertamina semakin banyak. Hal itu dilakukan sambil menunggu draft Perpres diteken presiden.

"Sambil menunggu draft Perpes itu ditandatangani oleh presiden, kecuali ada perubahan atau kebijakan lain, maka kami bersama Pertamina tentu akan terus mengoptimalkan, turun gunung, untuk melakukan sosialisasi di daerah maupun juga di SPBU agar masyarakat semakin banyak, semakin cepat, semakin mudah mendaftar di MyPertamina," terangnya.(eky)