GovTech Edu Indonesia

GovTech saat ini banyak membantu pemerintah. Banyak institusi dan regulasi yang melibatkan GovTech dalam kegiatannya. Selain kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kementerian kesehatan juga melibatkan GovTech dalam kegiatannya.

Oleh: Ahsan Muafa ST, M.Pd

GovTech adalah sebuah tim yang terdiri dari para ahli dibidang pengembang teknologi dan bekerja secara langsung di beberapa kementerian di Indonesia. Karyawan GovTech yang direkrut dan berpartisipasi pada kegiatan di kementerian merupakan orang-orang yang dulu turut andil bagian pada startup unicorn. Karyawan pada tim GovTech merupakan profesional yang sebelumnya memiliki rekam jejak yang baik sebagai pengenbang teknologi. Mereka sebelumnya berkecimpung pada kegiatan startup unicorn. Mereka berpindah dari perusahaan lama dan kini bergabung dengan kementerian dengan pekerjaan utama sesuai dengan keahliannya tersebut. Mereka membantu kementerian untuk memecahkan masalah terkait digitalisasi. Bahkan ada juga karyawan yang memilih bergabung dengan kementerian dan menolak pinangan facebook dengan pendapatan yang tentunya lebih dari cukup (Dewi, 2022).

GovTech saat ini banyak membantu pemerintah. Banyak institusi dan regulasi yang melibatkan GovTech dalam kegiatannya. Selain kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kementerian kesehatan juga melibatkan GovTech dalam kegiatannya. Beberapa hasil pengembangan yang berhasil dilakukan antara lain Pusdatin-DTO, Manager Produk Product Managers, Designers, Researchers dan Helpdesk. Semua kegiatan ini melibatkan GovTech karena alasan Interoperabilitas data kesehatan. Interoperabilitas membantu sistem laporan kesehatan yang memungkinkan adanya pertukaran informasi rekam medis antar fasilitas kesehatan (faskes). Dengan adanya pertukaran informasi rekam medis ini maka masyarakat dapat melakukan pengobatan dari mana saja karena hasil rekam medisnya terintegrasi dan saling terhubung satu sama lain. Masyarakat mendapatkan lebih banyak kemudahan dalam pelayanan (Friana, 2022).

GovTech juga mengambil peran strategis pada bidang pendidikan. Melalui GovTec Edu, tim independen ini disebut sebagai organisasi bayangan atau shadow organization dari kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mereka bertanggungjawab pada kemendikbud. Tim ini dibentuk oleh PT Telkom untuk membantu kemendikbud menghadapi tantangan besar yang ingin diselesaikan. Peran PT Telkom adalah sebagai penyedia solusi digital secara menyeluruh seperti desain dan pengembangan produk dan platform; membantu proses transformasi digital, pengawalan, hingga implementasinya. Dengan analogi peran Interoperabilitas pada sistem fasilitas kesehatan maka adanya GovTech Edu tentunya diharapkan dapat pula memberikan manfaat yang lebih luas pada masyarakat dalam hal akses pendidikan.

Beberapa platform yang dikembangkan adalah Merdeka Mengajar yang membantu guru dalam mengajar sesuai kemampuan murid, mengakses materi pelatihan mandiri kapan pun dimana pun, membantu guru menginspirasi rekan sejawat dan terkoneksi ke banyak komunitas guru di seluruh Indonesia. Ini akan memudahkan seluruh masyarakat Indonesia mengakses pendidikan. Bila program ini berhasil diakses seluruh masyarakat yang membutuhkan maka pemerataan akses pendidikan melalui akses informasi dapat dilakukan.

Sebelum menerapkan hasil pengembangan program diatas perlu adanya infrastruktur berupa akses internet. Hasil program digitalisasi akses pendidikan yang digiatkan masih belum terasa sampai ke warga Indonesia di daerah. Tujuan program GovTech Edu yang sangat baik masih belum bisa optimal Masih banyak daerah Indonesia yang belum mendapatkan fasilitas internet yang memadai. Selain kurangnya fasilitas internet di daerah, kemampuan masyarakat pada pemakaian juga menjadi masalah tersendiri.   

Pembentukan tim yang merupakan para ahli dibidang teknologi sangat membantu pemerintah khususnya kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam menyiapkan masa depan pembangunan sumber daya manusia khususnya dibidang pendidikan. Namun dengan adanya perbedaan antara harapan kemajuan pendidikan dan realitas di masyarakat yang masih belum bisa menikmati akses internet maka gerakan massif pengembangan digitalisasi pendidikan oleh GovTech Edu ini masih belum diperlukan. Masih banyak yang perlu dibenahi selain digitalisasi pendidikan.

Menteri Pendidikan sangat perlu melibatkan organisasi pendidikan yang telah establish saat ini seperti NU dan Muhamadiyah serta pesantren, untuk bersama-sama memikirkan tentang pengembangan pendidikan yang sesuai dengan karakter dan kultur masyarakat Indonesia. 

Terlepas dari semua pemikiran yang telah penulis uraikan, tidak dipungkiri jika  pembentukan tim GovTech Edu merupakan langkah yang baik untuk merebut kemajuan pendidikan di Indonesia. Dimana pada abad 21 ini, penguasaan pasar di masa kini. Penguasaan teknologi sangat berperan dalam mengembangkan sistem digitalisasi dalam dunia Pendidikan kita. Semoga semua langkah positif ini memberi infact yang linier bagi   kemajuan sistem Pendidikan di Indonesia. Salam merdeka.

*Penulis adalah Dosen Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo. Penyuting Dr. Ida Sukowati, M.Hum., dosen UNISDA Lamongan dan anggota PISHI