Gerhana Bulan Dianggap Pertanda Buruk, Apakah Bahaya Untuk Ibu Hamil?

Gerhana diyakini mempengaruhi perkembangan bayi dengan menyebabkan cacat fisik, bibir sumbing, atau tanda lahir. Itu sebabnya, beberapa kepercayaan menyarankan ibu hamil melakukan hal tertentu saat terjadi gerhana

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Di beberapa budaya, termasuk bagi sejumlah suku di Indonesia, gerhana Bulan ataupun Matahari dianggap sebagai pertanda buruk dan berbahaya untuk ibu hamil. Apa benar?

Gerhana diyakini mempengaruhi perkembangan bayi dengan menyebabkan cacat fisik, bibir sumbing, atau tanda lahir. Itu sebabnya, beberapa kepercayaan menyarankan ibu hamil melakukan hal tertentu saat terjadi gerhana, misalnya tidak keluar rumah atau berbaring lurus.

Nyatanya, ini adalah salah satu mitos gerhana yang sangat populer dan telah dibantah oleh sains. Dikutip dari situs NASA, Selasa (8/11/2022) mitos yang menyebut radiasi yang dipancarkan selama gerhana Bulan atau Matahari total dapat membahayakan ibu hamil dan janin sama sekali tidak benar.

BACA JUGA : Fenomena Gerhana Bulan Total Terjadi Hari Ini, Ini Waktu dan Wilayah Untuk Mengamati

"Meskipun radiasi elektromagnetik dari korona, yang terlihat sebagai cahaya, sangat aman, ada bentuk lain dari radiasi yang merambat ke Bumi dari Matahari," tulis NASA.

Jauh di dalam interior Matahari di mana fusi nuklir terjadi untuk menerangi Matahari, partikel yang disebut neutrino lahir, dan meluncur tanpa hambatan dari Matahari dan ke luar angkasa

Partikel ini juga melewati benda padat Bulan selama gerhana dan sedetik kemudian mencapai Bumi dan melewatinya juga. Setiap detik, tubuh kita dilempari oleh triliunan neutrino ini, tidak peduli apakah Matahari berada di atas atau di bawah cakrawala.

 "Satu-satunya konsekuensi adalah bahwa setiap beberapa menit beberapa atom dalam tubuh kita ditransmutasikan menjadi isotop yang berbeda dengan menyerap neutrino," sebut NASA.

BACA JUGA : Gerhana Bulan Merah 26 Mei 2021, Jadwal dan Wilayah yang bisa Melihat

Dilansir dari detik.com, hari ini langit kedatangan fenomena gerhana Bulan total. Gerhana Bulan total terjadi saat posisi Bulan-Matahari-Bumi sejajar. Hal ini membuat Bulan masuk ke umbra Bumi.

Gerhana Bulan total 8 November 2022 terjadi dengan durasi total selama 1 jam, 24 menit, 58 detik dan durasi umbral (sebagian + total) selama 3 jam, 39 menit, 50 detik. Puncak Gerhana Bulan total dapat disaksikan mulai pukul 18.00 WIB / 19.00 WITA / 20.00 WIT.(ros)