Ganjar Buka Suara Mengenai Didampingi Prabowo dalam Pilpres 2024

Sebelumnya Presiden Jokowi juga menyebut nama Prabowo Subianto sebagai salah satu yang berpotensi menjadi cawapres untuk mendapingi Ganjar capres dari PDIP dalam kontestasi tahun depan.

Ganjar Buka Suara Mengenai Didampingi Prabowo dalam Pilpres 2024
Ganjar Pranowo buka suara mengenai peluang Prabowo Subianto jadi cawapresnya dalam Pilpres 2024. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo buka suara mengenai kans didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

"Saya kalau sama anak-anak bangsa cocok. Itu orang Indonesia semua," kata Ganjar Pranowo di Wedangan Padmosusastran, Solo usai salat Idulfitri, Sabtu (22/4). Ia menjawab pertanyaan wartawan jika dirinya cocok disandingkan dengan Prabowo di Pemilu 2024. 

Sebelumnya Presiden Jokowi juga menyebut nama Prabowo Subianto sebagai salah satu yang berpotensi menjadi cawapres untuk mendapingi Ganjar capres dari PDIP dalam kontestasi tahun depan.

Ganjar menyatakan dia bisa bersama dengan siapa saja asalkan memiliki visi yang sama. Ia pun belum mendetailkan visi yang dimaksud."Tadi Pak Jokowi kan sudah menyebut nama-nama ya. Siapa siapa saja bisa, yang penting satu visi," Ganjar menegaskan.

Ganjar dan Prabowo adalah dua sosok yang memiliki elektabilitas tertinggi dalam survei terbaru. 

BACA JUGA : Ganjar Jadi Capres PDIP, Begini Respons Airlangga Hartanto

Survei SMRC yang dirilis 15 April lalu menyatakan elektabilitas Ganjar sebagai yang tertinggi yakni 16,5 persen, disusul Prabowo sebesar 16,3 persen.

Sementara riset Indikator Politik yang dirilis 19 April lalu menyebut Ganjar memiliki elektabilitas 19,8 persen --kedua setelah Prabowo.

Senada pula pada hasil survei LSI yang dirilis pada 9 April, Ganjar ada di urutan kedua setelah Prabowo dengan elektabilitas 26,9 persen.

Tak ikut bertemu Prabowo

Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan tak akan ikut dalam pertemuan Jokowi dan Prabowo pada Sabtu (22/4). Menurutnya, acara tersebut merupakan perjanjian di antara kedua tokoh tersebut.

Ia pun malah mengenang momen ngobrol bersama Prabowo Subianto saat meninjau panen raya padi di Desa Lajer, Kabupaten Kebumen, Kamis (9/3).

"Enggak (ikut). Beliau mau sungkem sama Pak Jokowi," kata Ganjar.

"Kami pernah ngobrol di sawah. Ngobrolin padi lah, wong di sawah kok. Soal pangan, soal politik pangan, soal pupuk, soal siapa off taker, soal harga gabah. Agak banyak."

Namun, ia menilai terlalu dini membicarakan cawapres saat ini saat hendak dikonfirmasi mengenai calon pendampingnya atau kans Prabowo menjadi cawapres.

Sebelum menentukan cawapres, ucap Ganjar, PDIP akan menjalin kerja sama dengan partai lain. Ganjar dan para petinggi PDIP sendiri berulang kali menyampaikan Indonesia terlalu besar untuk diurus satu partai.

BACA JUGA : Segini Harta Kekayaan Ganjar Pranowo yang Jadi Capres PDIP

"PDIP pasti juga mempertimbangkan (nama cawapres dari luar partai) karena negara ini terlalu besar untk diurus sendiri ya. Maka dibutuhkan kerja sama kerja sama dengan elemen masyarakat wa bil khusus partai-partai," tuturnya.

Sebelumnya, Ganjar resmi diumumkan sebagai bakal calon presiden oleh PDIP. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mengumumkan secara langsung di Batu Tulis pada Jumat (21/4).

Sejauh ini, PDIP belum menentukan siapa bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi Ganjar. Terpisah, Ganjar pun mengatakan hal itu masih menunggu kerja sama antarpartai. Ia juga meminta pihak-pihak bersabar.

"Nanti dulu to, sabar. Partai semuanya koordinasi, kerja sama, lirik-lirikan, ngobrol, ngopi. Ketua kami sudah perintahkan partai yang meng-organize."

Sementara itu, masa pendaftaran capres-cawapres juga baru dibuka oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Oktober mendatang.(lal)