Rabu, Desember 1, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaFoodNasi Suci Ulam Sari, Sajian Khas Maulid Nabi di Pacitan

Nasi Suci Ulam Sari, Sajian Khas Maulid Nabi di Pacitan

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Sama seperti perayaan hari besar lain, Maulid Nabi juga dimeriahkan dengan aneka tradisi masyarakat di Indonesia. Pada tahun ini, Maulid Nabi jatuh pada tanggal 19 Oktober 2021.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Suatu perayaan tidak lengkap rasanya jika tidak didampingi kuliner khas yang jarang ditemui pada hari biasa. Salah satunya ada nasi suci ulam sari khas Pacitan, Jawa Timur yang punya sejarah panjang dan makna cukup dalam.

BACA JUGA: 5 Makanan Khas Maulid Nabi, Sudah Incip yang Mana?

Dalam satu paket nasi suci ulam sari ini, terdapat dua elemen utama yakni nasi uduk dan ayam tukung. Keberadaan keduanya bisa dirunut jauh bahkan hingga masa Pra-Islam.

“Kitab Ramayana saja jauh sebelum Islam tiba di Nusantara telah menyinggung tentang wudhuk/uduk,” kata Traveling Chef Wira Hardiyansyah dilansir dari Kompas.com.

BACA JUGA: Endog-endogan, Tradisi Arak Telur untuk Rayakan Maulid Nabi di Banyuwangi

Nasi uduk yang berwarna putih dan berbau harum dianggap sebagai nasi yang suci. Warnanya yang putih dan aroma yang wangi jadi simbol menyerupai bayi yang terlahir kembali.

“Makanya Sunan Kalijaga mengibaratkan wudhuk dengan wudhu (bersuci dalam Islam),” tutur Wira.

BACA JUGA: Strategi Unik Inggris Bantu Warganya Berhenti Merokok

Sementara ayam tukung yang direbus biasanya disajikan utuh di atas nasi suci ulam sari. Ayam tukung ini juga telah terdapat dalam catatan sejarah Pra-Islam di Jawa. Buku Atlas Walisongo dalam bab Pra-Islam menyebut “agama kapitayan”.

Agama tersebut adalah salah satu agama asli Nusantara yang telah ada jauh bahkan sebelum agama Hindu tiba.

BACA JUGA: Dinkes Surabaya Terapkan Tiga Strategi Cegah Kekerdilan

Dalam buku tersebut istilah “ayam tukung” telah disebut. Kata tukung sendiri memiliki makna mengayomi. Sementara nasi suci dalam makna Jawa jadi simbol permohonan masyarakat.

Mereka memohon agar dijaga dan dijauhkan dari mara bahaya serta diberkahi oleh Allah SWT. Biasanya nasi ini disajikan pada malam 12 Rabiul Awal. Nasi uduk dibentuk jadi tumpeng berbagai ukuran.

Nasi ini dibawa oleh setiap kepala keluarga ke rumah tokoh masyarakat atau masjid kampung. Mereka kemudian memakan nasi suci ulam sari ini bersama-sama.(mic)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR