Khawatir Kena Diabetes? Yuk Kurangi Beras dan Mulai Makan Sagu

  • Whatsapp
bahan baku tepung sagu
Bahan baku tepung sagu yang baru diambil dari pohon sagu atau sago palm (Metroxylon sagu). (Foto: beritasatu for nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-DEPOK – Angka penderita diabetes di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu solusi dari jenis asupan makanan adalah mengganti nasi beras dengan sagu.

Sagu menjadi pilihan utama karena mempunyai Indeks Glikemik paling rendah. Indeks Glikemik adalah angka yang menunjukkan seberapa cepat karbohidrat diubah menjadi gula di dalam darah. Semakin tinggi IG, perubahan karbohidrat (pati) menjadi gula semakin cepat.

Baca Juga

“Kalau kita makan nasi dari beras padi sebanyak 100 gram, dalam empat jam Indeks Glikemik-nya 80 sampai 90. Sedangkan kalau kita makan sagu sebanyak 100 gram, dalam empat jam Indeks Glikemik-nya 25 sampai 30,” kata Eniya Listiani Dewi, Deputi BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi kepada BBC Indonesia.

Khasiat beras sagu untuk menurunkan kadar gula darah telah dibuktikan terhadap mencit dalam uji laboratorium. Mencit yang mengidap diabetes, mengalami kerusakan kelenjar pankreas. Sedangkan mencit yang juga mengidap diabetes, namun diberi makan beras sagu, kelenjar pankreasnya utuh dan mampu memproduksi insulin.

Uji beras sagu ini kemudian dilakukan terhadap manusia. Hardaning Pranamuda, selaku Direktur Pusat Teknologi Agroindustri BPPT mengatakan, uji klinis dilakukan bersama Universitas Gajah Mada.

Subyek penelitian adalah para relawan yang riskan mengidap diabetes dengan kadar glukosa darah puasa 100- 125 mg/dL dan kadar glukosa 2 jam 140-199 mg/dL.

Para relawan kemudian mengonsumsi nasi sagu setiap hari. Adapun lauknya bebas, kecuali lauk yang mengandung karbohidrat seperti mi, perkedel, kerupuk dan sebagainya.

Selanjutnya setiap minggu sampel darah mereka diambil untuk dianalisa kadar glukosa, kadar kolesterol, dan trigleseridanya.

“Ternyata kadar gula para relawan, setelah empat minggu mengonsumsi nasi dari beras sagu, menurun,” kata Hardaning.

Glukosa darah puasa para relawan yang berjumlah 20 orang selama empat minggu menurun sebesar 10 persen. Sedangkan kolesterolnya yang semula 212 mg/dL menjadi 200mg/dL dan trigleseridanya yang semula 160 mg/dL menjadi 131 mg/dL. Yuk mulai perbayak makan sagu. (yos)