Gado-gado, Makanan Rakyat yang Berbudaya Portugis

  • Whatsapp
makanan gado gado
Gado-gado (Wikimedia)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-JAKARTA – Gado-gado yang terdiri sayuran rebus yang dicampur sambal kacang, disebut juga salad khas Indonesia, ternyata makanan yang dipengaruhi budaya Portugis.

Makanan gado-gado bisa dinikmati dengan nasi atau lontong. Makanan rakyat itu juga bisa disantap bila Anda berkunjung ke Kampung Tugu, Cilincing, Jakarta Utara. Kampung ini menjadi pemukiman keturunan Portugis.

Baca Juga

“Portugis banyak mempengaruhi budaya kita. Kayak bolu, pintu, sepatu, jendela, campur aduk juga gado-gado,” kata Ira Lathief, pendiri Wisata Kreatif Jakarta, dalam tur virtual keliling Jakarta, dikutip Senin 29 Juni 2020.

Menurut Ira, kata “gado-gado” berasal dari bahasa Portugis artinya campur-campur. Awalnya, istilah itu dipakai untuk menyebut pakan hewan yang terdiri dari campuran sisa-sisa makanan.

“Kuliner Indonesia yang pakai saos kacang itu dibawa dari Portugis,” ujar dia.

Gado-gado dari Kampung Tugu punya ciri khas bumbu kacang yang disiram ke atas sayuran.

Salah satu makanan nasional Indonesia itu masyhur di banyak kalangan. Menurut Aslida Rahardjo, penulis buku “Resep Masakan Indonesia di 5 Benua”, gado-gado adalah salah satu masakan favorit rekan-rekannya yang merupakan warga negara asing.

Pesepakbola legendaris asal Nigeria, Augustine Azuka Okocha, juga jatuh cinta pada rasa gado-gado ketika mencicipinya tahun lalu di Jakarta.

Gado-gado dapat dibuat menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah. Para koki juga menginterpretasikan dengan gayanya sendiri, termasuk pemenang Masterchef Australia 2017 Diana Chan. (yos)

Post Terkait

banner 468x60