Es Tape, Dingin di Mulut Tetapi Hangat di Perut

  • Whatsapp
es tape
Es tape dengan sirup sebagai pemanis pengganti gula merah (Foto: inews for nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-MALANG – Meski musim penghujan, tidak ada larangan untuk minum es. Apalagi saat siang dan matari bersinar terik.

Bagi penikmat es, ada satu minuman yang direkomendasikan NusaDaily. Minuman ini rasanya dingin di mulut dan tenggorokan, tetapi pelan-pelan menjadi hangat di perut. Apa itu? Namanya es tape.

Baca Juga

Ya, es tape merupakan minuman warisan nenek moyang. Dahulu disebut juga sebagai wedang tape, karena disajikan dalam kondisi hangat. Waktu berjalan, masyarakat mulai mengombinasikannya dengan es.

Sejauh yang dikumpulkan NusaDaily, belum ada penelitian medis dan ilmiah tentang manfaat es tape atau wedang tape ini. Tetapi bagi masyarakat pedesaan, wedang tape diyakini ampuh untuk menangkal gejala flu.

“Kalau tenggorokan sudah serik, dan agak pilek begitu, saya bikin wedang tape hangat. Biasanya hidung langsung lega,” begitu kata Mbak Sri, seorang warga Desa Tajinan, Kabupaten Malang kepada NusaDaily, Kamis 26 Desember 2019.

Meski sudah langka, es tape dingin atau wedang tape hangat masih dijajakan di beberapa kota. Misalnya di Kota Malang dan Yogyakarta. Rata-rata pedagangnya adalah para generasi Baby Boomer yang lahir pada rentang waktu 1946-1954. Atau generasi Jones yang lahir antara tahun 1955 dan 1965.

Misalnya Juma’ali. Ia menjajakan es tape di Jalan Peltu Sujono, kawasan Pasar Comboran, Kota Malang. Ia berdagang mulai pukul 09.00 WIB sampai 14.30 WIB .

Lalu di Yogyakarta ada Pak Tukino. Ia berjualan di Jalan Kusumanegara, tepatnya di depan Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI). Pak Tukino berjualan es tape sejak 1969, ketika masih berumur 18. Hingga saat ini pria yang akrab disapa Pak No tersebut usianya sudah 68 tahun dan ia masih setia berjualan es tape.

Bagi yang ingin mencoba membuat sendiri, caranya sangat gampang. Masukkan tape singkong matang secukupnya dan gula merah cair ke dalam gelas. Lalu es batu serut atau dihancurkan, santan, dan kelapa muda. Bisa pula ditambah susu kental manis atau susu segar. Untuk penampilan yang lebih menarik, gula merah bisa diganti sirup merah.

Untuk sajian wedang tape hangat, masukkan tape singkong yang sudah diambil serat tengahnya, gula merah, pandan, (jahe sesuai selera) dan air secukupnya ke dalam panci, lalu direbus. Kemudian diaduk-aduk sampai air wedang mendidih dan disajikan selagi masih hangat. Mudah kan? (yos)