Bubuk Daun Kelor untuk Kulit Halus dan Memperlambat Penuaan

  • Whatsapp
daun kelor
Daun kelor bahan baku bubuk/tepung kelor (Foto: trubus.id for nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KUPANG – Potensi pasar yang besar untuk produk tanaman kelor diseriusi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Mereka menyiapkan enam unit mesin untuk mendukung pengolahan tanaman kelor menjadi tepung kelor.

Usaha produksi tepung kelor itu dilakukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Kufeu, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka, NTT.

“Enam unit mesin disiapkan untuk pengolahan kelor di Kufeu, tetapi baru dua atau tiga unit yang disalurkan karena dari sisi hulunya belum kuat,” jelas Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli di Kupang, Senin 23 Desember 2019.

Bantuan mesin ini, kata dia, untuk meningkatkan produksi tepung kelor di Kufeu. Sejauh ini masyarakat sudah mengolah tanaman kelor menjadi aneka produk seperti sabun dan pelembab tubuh.

Menurut dia, produk tepung kelor di Kufeu sudah diminati pasar luar negeri, terutama Jepang yang meminta pasokan sebesar 40 ton per minggu.

Namun demikian, lanjut dia, kapasitas produksi tepung kelor di daerah itu masih kecil atau hanya bisa menghasilkan 900 kilogram dalam satu bulan.

“Karena itu memang masih butuh kerja keras dan konsolidasi bersama untuk bisa menjawab permintaan pasar dari Jepang ini,” katanya seperti dilansir Antara.

Lecky mengatakan, selain bantuan mesin, pemerintah provinsi juga melakukan konsolidasi pengembangan kelor di Kufeu. Diantaranya memperbaiki kualitas produk dan saat ini telah memenuhi syarat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Selain itu, lanjut dia, mendorong masyarakat setempat agar terus mengembangkan luas lahan untuk produksi bahan baku kelor organik.

Dia menjelaskan, untuk mencapai 400 ton tepung kelor dalam seminggu, maka dibutuhkan pasokan bahan baku sebanyak 400 ton atau sekitar 60 ton dalam sehari.

“Karena itu pengembangan lahan sangat penting dan kami terus mendorong agar di sisi hulunya berupa produksi bahan baku di sana diperkuat dulu baru bisa menjawab permintaan ekspor,” katanya.

Kelor dikenal juga dengan nama moringa. Ahli gizi Marisa Moore mengatakan kelor sangat berkhasiat karena mengandung vitamin A, kalsium, zat besi, kalium, dan serat. Bahkan, bagian akar, biji, bunga, dan daunnya pun memiliki berbagai tingkat lemak sehat dan flavonoid untuk melawan penyakit.

Marisa juga mengatakan jika bubuk kelor bukanlah obat ajaib. Tetapi tampaknya sama bagusnya dengan buah atau sayuran kaya antioksidan lainnya.

“Saya akan merekomendasikan menambahkan bubuk ke smoothies, muffin, protein atau granola bar, atau roti. Ini memiliki rasa tanaman yang kuat dan bekerja dengan baik dalam hidangan gurih atau dalam resep dengan rasa manis alami,” ujarnya seperti dilansir beritagar.

Bubuk kelor juga dipercaya dapat menurunkan tekanan darah, mencegah kanker, meningkatkan kesehatan mata, serta memperkuat tulang. Ini karena di dalam bubuk kelor terdapat 46 jenis antioksidan, 36 senyawa anti-inflamasi, 20 jenis asam amino, serta kalsium, kalium, protein, zat besi, dan vitamin A, B, B1, B2, B3, B6, C, E.

Bubuk kelor sangat bagus untuk meningkatkan energi dan stamina serta meningkatkan konsentrasi. Selain itu, bubuk hijau ini juga dapat membantu menurunkan berat badan karena memberikan energi dan vitalitas yang cukup untuk mengurangi kebutuhan makan serta bisa meningkatkan tingkat energi.

Penelitian dalam Phytotherapy Research melaporkan bahwa tingkat dan variasi polifenol, asam fenolik, dan flavonoid dalam ekstrak daun kelor dapat membantu melindungi jaringan, termasuk hati, ginjal, jantung dan paru-paru.

Kelor bertindak sebagai pereda nyeri, melindungi terhadap bisul, melindungi tubuh terhadap hipertensi, dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

Mengonsumsi bubuk kelor bisa menurunkan tekanan darah, meningkatkan kualitas tidur yang baik, serta untuk detoksifikasi atau menghilangkan racun dari tubuh.

Bahkan, bubuk kelor dapat dijadikan masker wajah untuk kulit yang halus, bercahaya dan bebas noda. Tak hanya itu, manfaat lain seperti penundaan proses penuaan dan menurunkan munculnya garis-garis halus dan keriput.

Vitamin A dalam bubuk kelor adalah salah satu vitamin yang paling kuat untuk kulit. Jika digunakan langsung dioles ke kulit, bubuk ini bisa mendorong sel-sel kulit untuk memperbarui diri dalam waktu cepat, membantu mengatasi jerawat, dan garis halus.

Sementara itu, vitamin E di dalamnya dapat menjaga kelembapan kulit yang bagus digunakan bagi pemilik kulit kering.

Bubuk kelor juga dapat sangat membantu perempuan yang cenderung membutuhkan lebih banyak zat besi dan kalsium. Penelitian di PLoS ONE menunjukkan kelor memiliki kadar mineral yang sangat tinggi sehingga serbuk itu dapat membantu mengurangi defisiensi mikronutrien pada populasi yang kekurangan gizi.

Kelor memang telah digunakan untuk masalah kesehatan, salah satunya kekurangan gizi. Daun berbentuk bulat kecil ini juga bisa dimakan mentah atau dimasak, tetapi kini juga hadir dalam bentuk bubuk dari hasil pengeringan dan penggilingan.

Menurut Food Science and Human Wellness, bubuk kelor diekstraksi dari pohon tropis kelor, yaitu spesies Kelor oleifera. Karena tumbuh cepat dan bertahan dengan air yang minim, pohon kelor dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis, seperti Asia Tenggara, Amerika Selatan, Afrika, dan Karibia, serta telah digunakan menjadi bubuk obat selama berabad-abad.

“Kelor telah digunakan dalam pengobatan tradisional selama bertahun-tahun,” kata ahli gizi dan konsultan keamanan pangan, Toby Amidor. Ia mengatakan bahwa banyak pengguna menyatakan jika daun kelor dapat membantu dengan penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, HIV dan AIDS.

Di Indonesia, bubuk kelor dijual di berbagai situs marketplace. Harganya bisa mencapai Rp88 ribu untuk 500 gram di 2018. (yos)