Finlandia Luncurkan Metode Baru Guna Pantau Kematian Akibat COVID-19

Finlandia akan mengubah metode pengumpulan data kematian akibat infeksi COVID-19 mulai Kamis (08/12) dan seterusnya, agar membuat informasi lebih akurat dan tepat.

Dec 8, 2022 - 22:19
Finlandia Luncurkan Metode Baru Guna Pantau Kematian Akibat COVID-19
Bendera Finlandia sumber istockphoto

NUSADAILY.COM – HELSINKI – Finlandia akan mengubah metode pengumpulan data kematian akibat infeksi COVID-19 mulai Kamis (08/12) dan seterusnya, agar membuat informasi lebih akurat dan tepat.

Ilustrasi Swab test sumber istockphoto

Melansir Xinhua, pelaporan kematian COVID-19 akan didasarkan pada penyebab kematian, bukan pada hubungan sementara antara infeksi dan kematian, kata Institut Kesehatan dan Kesejahteraan Finlandia (THL)   Rabu (07/12).

Pelaporan akan diselaraskan terkait dengan pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit, dan yang karena COVID-19.

BACA JUGA : Pakar: “ Hingga setengah juta warga Australia terinfeksi...

Di Finlandia, sejak awal pandemi, kematian yang terjadi dalam 30 hari sejak infeksi COVID-19 yang dikonfirmasi sudah dipantau.

Menurut THL, pada awal pandemi, penting untuk mengidentifikasi semua kematian yang terjadi setelah infeksi COVID-19. Kematian sering ditemukan memiliki hubungan yang jelas dengan infeksi.

Tetapi, pada tahap ini tidak semua infeksi mempunyai hubungan kausal yang jelas dengan kematian, dan sejumlah besar kematian lainnya dimasukkan dalam pelaporan, kata THL.

BACA JUGA : Malaysia Laporkan 1.576 Kasus Baru Positif COVID-19 dan...

Mulai Kamis (08/12), kematian akibat COVID-19 akan dilaporkan berdasarkan pemeriksaan awal sertifikat kematian. Hal ini akan dibagi menjadi kematian akibat COVID-19, dan kematian di mana COVID-19 menjadi faktor penyebabnya.

"Penting untuk menarik perhatian khusus pada kematian yang disebabkan oleh virus COVID-19. Dalam kasus di mana COVID-19 dicatat sebagai faktor penyebab kematian, penyebab kematian sebenarnya adalah hal lain," kata Tuija Leino kepala dokter THL.

"Di Finlandia dan internasional, kami menganggap jumlah kematian akibat COVID-19 sebagai kasus di mana kematian dianggap disebabkan oleh COVID-19," kata Leino.(mdr1/lal)